Home » Cerita » Kehidupan Kupu-Kupu

Kehidupan Kupu-Kupu

kupu-kupu-gambar-binatang

Kupu-kupu dapat dikatakan mengalami dua kali kehidupan setelah dua kali dilahirkan. Yang pertama ia memulai hidup sebagai ulat setelah menetas dari telurnya dengan rupa yang buruk, bahkan menakutkan serta bersifat merusak, dan memasuki kehidupan kedua kalinya setelah menjadi makhluk indah bersayap: kupu-kupu. Kedua kehidupan itu berbeda total tanpa menyisakan bekas-bekas kehidupan sebelumnya, seakan mereka adalah dua makhluk yang berbeda. Bahkan jika tidak diberi tahu sebelumnya atau mempelajarinya, tentu kita pun akan mengira demikian.

Totalitas perbedaan itu dapat kita lihat sebagaimana daftar di bawah ini.

Ulat Kupu-kupu
Sifat Merusak Berguna
Tampilan Buruk Indah
Bentuk Bulat panjangTak bersayap

Berkaki > 6

RampingBersayap

Berkaki 6

Gerakan Hanya merayap Dapat terbang
Makanan Daun Nektar
Habitat Tetumbuhan dan sekitarnya Lebih luas
Jangkauan Terbatas pada tetumbuhan dan area di sekitarnya Lebih luas

Gambaran kurva kedua kehidupan mereka dapat diiliustrasikan sebagai berikut.

KURVA KEDUA ULAT-KUPU2

Dapat kita amati bahwa kehidupan ulat akan berakhir bila ia tidak mengubah dirinya menjadi kupu-kupu melalui proses “kepompongisasi”. Perlu dicatat bahwa ulat tidak dapat serta merta berubah menjadi kupu-kupu, melainkan harus melalui proses transisi sebagai kepompong terlebih dahulu. Selain itu, ulat memulai proses kepompongisasi pada saat puncak pertumbuhannya, bukan ketika dia sudah mulai sekarat.

Belajar dari metafora ini, kita pun tentu dapat menciptakan kehidupan baru bagi tim berkinerja hebat melalui proses kepompongisasi-kita sebut saja masa transisi. Dan, proses perubahan yang total ini jamak disebut proses TRANSFORMASI.

Proses metamorphosis sebagaimana dialami ulat menjadi kupu-kupu tidak cukup diwadahi dengan kata perubahan saja. Perubahan yang meliputi segala aspek tersebut lebih tepat disebut dengan transformasi yang mengandung makna pergantian antarwujud, dari wujud yang satu menjadi wujud yang sama sekali lain. Wujud di sini mengandung pengertian tidak sekadar bentuk fisiknya saja, tetapi juga termasuk “roh” dan cara hidupnya.

Terkait dengan itu, perubahan transformasional dapat kita definisikan sebagai proses perubahan yang bersifat mendasar, stratejik, dan menyeluruh. Perubahan yang mendasar diartikan sebagai perubahan struktur yang tidak dapat kembali ke bentuk semula lagi. Perubahan ini berarti menghapus masa lalu, mengubur jauh jejaknya, kemudian membangun yang baru sama sekali. Anda tidak memodifikasi rumah, tetapi merobohkannya lalu membangun yang baru, yang tentu diharapkan lebih bagus.

Adapun perubahan yang stratejik diartikan sebagai perubahan yang menyangkut visi, misi, nilai, dan strategi utamanya. Dalam kasus metamorphosis kupu-kupu, dapat kita analogikan dengan perubahan yang ulat yang semula merusak menjadi kupu-kupu yang berguna karena memberi keindahan dan membantu penyerbukan tanaman, serta jangkauan yang semula terbatas di sekitar tanaman tempat ia dilahirkan menjadi lebih luas karena dapat terbang dengan leluasa.

Sementara perubahan menyeluruh dimaksudkan sebagai perubahan dalam aspek secara terpadu, baik aspek manusianya maupun aspek pengelolaannya yang diselaraskan dengan perubahan visi, misi, nilai, dan strategi yang telah terlebih dahulu dirumuskan ulang.

Oleh karena itu, proses transformasi melingkupi berbagai jargon perubahan seperti reinventing, re-engineering, redefinition.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s