Sertifikasi Halal MUI

Sebelumnya sudah dijelaskan bagaimana di zaman sekarang ini Halal merupakan sesuatu yang sangat penting. Hal ini disebabkan Halal bukanlah identitas dari suatu agama lagi, melainkan hak bagi setiap orang untuk mendapatkan dan mengkonsumsi produk yang halal. Oleh karena itu, sertifikasi Halal sangat diperlukan bagi produsen yang ingin memberikan kepercayaan dan jaminan kepada konsumen mereka agar merasa aman dan nyaman bahwa produk yang mereka konsumsi itu memang Halal.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan sertifikat Halal? Sertifikat Halal adalah suatu fatwa tertulis dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan kehalalan suatu produk. Sertifikat Halal ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman LABEL HALAL pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang. Produk yang dilakukan setifikasi antara lain produk pangan, obat-obatan, kosmetika, dan produk lainnya.

Untuk memperoleh sertifikat Halal, LPPOM memberikan beberapa ketentuan bagi perusahaan.

  1. Sebelum produsen mengajukan sertifikat halal, terlebih dahulu harus mempersiapkan Sistem Jaminan Halal. Penjelasan rinci tentang Sistem Jaminan Halal dapat merujuk pada Buku Panduan Penyusunan Sistem Jaminan Halal yang dikeluarkan LPPOM MUI.
  2. Berkewajiban mengangkat secara resmi seorang atau tim Auditor Halal Internal (AHI) yang bertanggung jawab dalam menjamin pelaksannan produksi halal.
  3. Berkewajiban menandatangani kesediaan untuk diinspeksi secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya oleh LPPOM MUI.
  4. Membuat laporan berkala setiap 6 bulan tentang pelaksanaan Sistem Jaminan Halal.

Continue reading

Penyalahgunaan Boraks dalam Makanan

Sekarang ini banyak kejadian penggunaan boraks sebagai bahan pengawet makanan. Di mana bahan tersebut sangat dilarang digunakan sebagai bahan baku makanan. Dan jika penggunaannya terus dilakukan dan dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama kanker dan bahkan kematian untuk tingkat yang lebih lanjut. Hal ini telah menjadi hal yang cukup serius dan menjadi suatu masalah yang berusaha diselesaikan dengan baik oleh berbagai pihak terutama pemerintah.

Sebagai pusat utama kelangsungan negara, pemerintah harus dapat dengan bijak memutuskan dan bertindak bagaimana penanganan kasus tersebut. Terutama kasus pada pembuatan bakso dan mie dengan bahan pengawet boraks dan berbagai makanan seperti ikan asin serta tahu yang diawetkan dengan menggunakan formalin. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan boraks? Apa fungsi sesungguhnya dari boraks?

Boraks merupakan senyawa kimia dengan rumus natrium tetraborat (NaB4O7.10H2O), berbentuk kristal lunak dengan pH = 9,5. Boraks merupakan senyawa kimia antara natrium hidroksida(NaOH) serta asam borat(H3BO3). Umumnya boraks digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, bahan solder, bahan pembersih, pengontrol kecoak dan keramik. Gelas pyrex yang terkenal pun dibuat dengan campuran boraks.

Boraks disalahgunakan untuk pangan dengan tujuan memperbaiki warna, tekstur dan flavor. Padahal sifatnya sangat beracun, sehingga peraturan pangan tidak membolehkan boraks untuk digunakan dalam pangan. Boraks sejak lama telah digunakan masyarakat untuk pembuatan gendar nasi, kerupuk gendar, atau kerupuk puli yang secara tradisional di Jawa disebut “Karak” atau “Lempeng”. Surat kabar Merdeka mengabarkan pada September 2012 BPOM menguji 70 sampel jajanan di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Hasil yang didapat dari pengujian tersebut membuktikan sejumlah panganan tersebut mengandung boraks. Makanan yang rentan akan penambahan boraks antara lain cendol, cincau, bakso, agar-agar, dan lontong.

Continue reading

Makna HALAL Dalam Dunia Perdagangan Indonesia Maupun Internasional

Dalam dunia perdagangan, banyak hal yang harus diperhatikan oleh sebuah industri ataupun pemain pasar dalam memulai usaha. Mulai dari jenis usaha, terget konsumen, hingga strategi pemasaran. Namun belakangan ini, ada sebuah fenomena yang sedang “trend” dan menjadi perhatian masyarakat dunia yang kita sebut dengan HALAL. Kata halal kini bukan hanya menjadi prioritas bagi umat muslim, akan tetapi bisa dikatakan sudah menjadi “life style” bagi dunia Internasional.

Jika Kamu adalah seseorang yang sedang menggeluti bidang makanan dan minuman, maka sertifikasi Halal merupakan izin terpenting yang harus Kamu miliki. Tidak hanya dari pelaku industri besar yang memerlukannya, tetapi bagi pelaku industri rumah tangga halal juga merupakan bagian terpenting dalam menjalankan usaha. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan sertifikasi Halal? Seberapa pentingkah pelabelan halal pada produk? Apa manfaat yang didapat oleh konsumen ataupun produsen?

Sertifikasi Halal adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat Islam. Sertifikasi halal ini merupakan syarat untuk pencantuman label halal yang menjadi jaminan bagi konsumen bahwa produk yang mereka konsumsi jelas asal usulnya dan pastinya tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkankan. Sebuah produk yang tidak mencantumkan label halal memang tidak lantas dikategorikan sebagai produk yang haram, akan tetapi label halal akan mampu memberikan kenyamanan bagi konsumen akibat banyaknya isu negatif yang merebak di tengah masyarakat mengenai penggunaan bahan-bahan yang “tidak sepantasnya” digunakan.

Saat ini, produk berlabel halal bukan hanya menjadi buruan konsumen dari umat muslim. Halal sudah menjadi kebutuhan masyarakat dunia karena halal bukanlah identitas bagi suatu agama, melainkan kebutuhan dan hak setiap orang untuk mendapatkan produk yang halal. Oleh karena itu, perizinan mengenai kehalalan suatu produk menjadi hal yang penting untuk diperhatikan bagi produsen.

Continue reading

Buah Naga : Potensi Hayati Indonesia di Bidang Kesehatan

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman buah-buahan. Dari sekian banyak potensi buah yang dimiliki, masih banyak yang belum dapat dieksplorasi secara maksimal. Salah satu buah yang belum digali potensinya tersebut adalah buah naga. Buah naga (Dragon Fruit) mungkin masih awam didengar di telinga masyarakat, karena pada tahun 2001 buah ini hanya ada di Israel, Australia, Thailand dan Vietnam, tetapi sekarang sudah mulai merambah pasaran Indonesia. Buah ini sekarang mulai tersedia di toko buah dan pasar swalayan. Sejumlah perkebunan mulai melirik komoditas ini karena budidayanya yang mudah dan prospek ke depan cerah dibanding buah lainnya.

Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga.

buah naga

Buah naga memiliki tiga jenis yang berbeda yaitu buah yang berkulit merah berdaging merah, buah yang berkulit merah berdaging putih, dan buah yang kulit kuning berdaging putih. Jenis buah naga yang berkulit merah dan berdaging putih menjadi pilihan masyarakat, karena rasanya yang manis dan sedikit asam. Tesktur daging buah naga yang memilki biji hitam yang bertebaran dengan ukurannya yang kecil sebesar kutu rambut, membuat orang mudah mengkonsumsinya karena biji tersebut tidak perlu dibuang. Jenis ini banyak dijumpai di pasar lokal maupun mancanegara, bobot rata-ratanya 400-500 gram.

Continue reading