Buah Naga : Potensi Hayati Indonesia di Bidang Kesehatan

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman buah-buahan. Dari sekian banyak potensi buah yang dimiliki, masih banyak yang belum dapat dieksplorasi secara maksimal. Salah satu buah yang belum digali potensinya tersebut adalah buah naga. Buah naga (Dragon Fruit) mungkin masih awam didengar di telinga masyarakat, karena pada tahun 2001 buah ini hanya ada di Israel, Australia, Thailand dan Vietnam, tetapi sekarang sudah mulai merambah pasaran Indonesia. Buah ini sekarang mulai tersedia di toko buah dan pasar swalayan. Sejumlah perkebunan mulai melirik komoditas ini karena budidayanya yang mudah dan prospek ke depan cerah dibanding buah lainnya.

Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga.

buah naga

Buah naga memiliki tiga jenis yang berbeda yaitu buah yang berkulit merah berdaging merah, buah yang berkulit merah berdaging putih, dan buah yang kulit kuning berdaging putih. Jenis buah naga yang berkulit merah dan berdaging putih menjadi pilihan masyarakat, karena rasanya yang manis dan sedikit asam. Tesktur daging buah naga yang memilki biji hitam yang bertebaran dengan ukurannya yang kecil sebesar kutu rambut, membuat orang mudah mengkonsumsinya karena biji tersebut tidak perlu dibuang. Jenis ini banyak dijumpai di pasar lokal maupun mancanegara, bobot rata-ratanya 400-500 gram.

Selama ini buah naga dikonsumsi hanya dalam bentuk pengolahan minimal dimana penyajiannya berbentuk buah segar yang dapat menghilangkan rasa dahaga dalam kemasan es buah, belum ada penyajian buah naga yang berbentuk olahan. Hal ini dikarenakan kandungan airnya yang sangat tinggi sebesar 90,2% dari berat buah sehingga membuat buah ini agak sulit untuk diolah lebih lanjut. Pengolahan yang masih minimal menyebabkan buah naga tidak begitu populer dalam masyarakat Indonesia.

Buah naga mengandung serat yang sangat baik mencapai 0,7-0,9 gram tiap gram buah. Serat ini sangat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolestrol. Serat pangan sangat baik untuk mencegah penyakit diabetes melitus, jantung, stroke, kanker dan penyakit kardiovaskular lainnya. Pada saat ini konsumsi serat di Indonesia yang masih sangat rendah, yaitu sekitar 10 gram/orang/hari. Dengan mengkonsumsi buah naga secara rutin diharapkan mampu memenuhi kecukupuan serat harian yang berkisar 20-30 gram.

Selain kaya akan serat, buah naga juga terkenal sebagai salah satu sumber betakaroten. Betakaroten merupakan provitamin A yang di dalam tubuh akan diubah menjadi viatamin A yang sangat berguna dalam proses penglihatan, reproduksi, dan proses metabolisme lainnya. Betakaroten juga dikenal sebagai unsur pencegah kanker, khususnya kanker kulit dan paru. Betakaroten dapat menjangkau lebih banyak bagian-bagian tubuh dalam waktu relatif lebih lama dibandingkan dengan vitamin A, sehingga memberikan perlindungan lebih optimal terhadap munculnya kanker.

Jadi, biasakan diri selalu mengkonsumsi buah naga untuk kesehatan yang optimal mulai dari hari ini.. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s