Syarat Ternak yang Disembelih

Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penyembelihan ternak adalah: (1), ternak harus sehat, yaitu berdasarkan hasil pemeriksaan dokter hewan atau mantri hewan yang berwenang. Yang dimaksud dengan ternak sehat yaitu ternak tersebut tidak menderita sakit, (2) ternak tidak boleh dalam keadaan lelah atau habis dipekerjakan, (3) ternak yang sudah tidak produktif lagi, atau tidak dipergunakan sebagai bibit, dan (4) ternak yang disembelih dalam keadaan darurat.

Ternak yang sedang menderita sakit, baik oleh penyakit menular maupun yang tidak menular, dapat disembelih dengan syarat sebagai berikut: (a) pada penyakit mulut dan kuku (Apthae epizootica), setelah ternak disembelih, organ dalam, kepala, bagian mulut, lidah dan kaki harus direbus sebelum diedarkan atau diperdagangkan,  (b) pada penyakit sura ternak harus dipotong malam hari, karena penyakit tersebut dapat ditularkan oleh lalat, dan (c) pada penyakit anthraks, setelah ternak disembelih, dimusnahkan dengan jalan dibakar atau dikubur dalam-dalam.

4353840-4x3-700x525_2

Ternak tidak boleh dalam keadaan lelah atau habis dipekerjakan. Sebelum disembelih, ternak harus diistirahatkan selama 12-24 jam, tergantung pada iklim, jarak antara asal ternak dengan rumah potong, cara transportasi, kondisi kesehatan dan daya tahan ternak. Tujuan ternak diistirahatkan sebelum disembelih yaitu agar ternak tidak mengalami stress, darah dapat keluar sebanyak mungkin pada proses penyembelihan, dan cukup tersedia energi sehingga proses kekakuan karkas atau yang lazim disebut proses “rigor mortis” berlangsung sempurna.

Pada dasarnya ada dua cara untuk mengistirahatkan ternak sebelum disembelih, yaitu dengan dipuasakan dan tanpa dipuasakan. Pemuasaan ternak sebelum disembelih bertujuan untuk memperoleh bobot tubuh kosong (BTK) yaitu bobot tubuh dikurangi isi saluran pencernaan, isi kandung kencing dan isi saluran empedu. Selain itu pemuasaan akan mempermudah proses penyembelihan, terutama ternak yang agresif atau liar, karena dengan dipuasakan, ternak menjadi lebih tenang.

Sedangkan pengistirahatan tanpa dipuasakan akan membuat darah dapat keluar sebanyak mungkin pada waktu disembelih, karena ternak lebih kuat meronta, mengejang atau berkontraksi. Pada kondisi ini, darah yang disemburkan keluar akan lebih sempurna. Pengistirahtan tanpa dipuasakan juga akan membuat ternak tidak mengalami stress.

Selama waktu istirahat harus diusahakan agar ternak tidak saling beradu. Apabila hal ini terjadi, maka perlakuan istirahat tidak akan bermanfaat, bahkan menurunkan kualitas hasil pemotongan.

Syarat selanjutnya adalah ternak yang sudah tidak produktif atau tidak dipergunakan sebagai bibit. Maksudnya ternak yang sudah tidak produktif adalah ternak betina yang sudah tidak dapat menghasilkan anak atau ternak betina majir, dan ternak betina yang tidak dapat bunting. Ternak yang tidak digunakan sebagai bibit yaitu ternak jantan yang tidak dipergunakan sebagai pejantan atau bibit.

Ternak yang disembelih dalam keadaan darurat maksudnya ternak yang mengalami kecelakaan, misalnya patah kaki atau cedera berat lainnya pada saat dipekerjakan, sehingga dapat menyebabkan kematian. Kemudian ternak yang luka parah karena kecelakaan kendaraan, tetapi masih hidup dan diperkirakan akan mati bila tidak disembelih. Selain itu juga ternak yang menderita sakit dan hampir mati.

Dalam keadaan darurat tersebut, ternak tidak harus disembelih di rumah potong hewan (RPH), tetapi setelah disembelih, harus diperiksa oleh dokter hewan atau petugas Dinas Peternakan yang berwenang untuk menentukan apakah hasil pemotongan aman bagi orang yang memakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s