Konsumsi Vitamin C setelah Konsumsi Seafood berujung Kematian [HOAX]

Postingan kedua di tahun 2015, harapannya yang ini lebih berbobot dan berguna ya dibandingkan postingan sebelumnya. Oiya, di bulan Februari ini gw mau launching rumah makan Seafood di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan (promosi dulu ngga apa2 kali ya hahaha). Nah…yang bakal dibahas kali ini ada hubungannya sama usaha rumah makan gw nantiya. Sebelumnya santer banget tersiar info kalau banyak korban yang jatoh karena kebiasaan mengkonsumsi Seafood, terutama udang dan lobster, yang diikuti dengan mengkonsumsi vitamin C (entah itu berupa air jeruk atau suplemen) bisa mengakibatkan kematian. Bahkan cara kematiannya juga ngga tanggung-tanggung, keluar darah dari lima panca indera (katanya sih gitu).

hati hati makan udang dan vitamin C bisa menyebabkan kematian

Info itu merebak luas dan langsung rame di broadcast BBM atau Facebook. Kurang lebih artikelnya kaya gini nih

“Info kesehatan langsung dari RS.Prof Kandow Malalayang : Ada seorang wanita meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan. Wanita ini ada kebiasaan minum Vit C tiap hari. Ini tidak masalah.
Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan udang. Sebenarnya cuma makan udang saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yang meninggal.. Tetapi, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun. Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal mengenaskan dengan kelima panca indera keluar darah. Jadi hati-hati, habis banyak makan udang, kerang, kepiting, jangan minum Vit C pada saat yang bersamaan.”

bahaya-vit-c-campur-udang

Sebenarnya sih ngga ada salahnya buat berhati-hati sama infonya, bagus juga buat jaga-jaga. Cuma yang salah itu kalau kita nelen mentah-mentah info itu dan nyebar info tersebut tanpa tahu yang bener kaya apa. Ngasih tau info yang belum bener adanya ke orang lain, dan bikin orang-orang jadi parno dan ngga mau minum air jeruk setelah makan seafood. Oke deh, langsung aja deh kita bahas sekelumit tentang mitos ini.

  1. Udangnya aja diolah menggunakan vitamin C

Biasanya olahan udang apa yang kalian pesan? Saus tiram, saus padang, saus mangga, atau asam manis? Menu-menu tersebut diolah bersama bahan-bahan yang mengandung vitamin C lho, seperti seledri (15 mg/100 g), bawang putih (25 mg/100 g), jeruk nipis (27 mg/100 g), mangga (28 mg/100 g), tomat (34 mg/100 g), paprika hijau (60 mg/100 g), cabai rawit (70 mg/100 g), cabai hijau (84 mg/100 g), brokoli (110 mg/ 100 g), dan paprika merah (190 mg/100 g). Jeruk sendiri hanya mengandung 48 mg vitamin C dalam 100 gramnya. Kalau memang konsumsi vitamin C bersamaan dengan udang atau lobster bisa membawa kematian, seharusnya tanpa perlu minum air jeruk atau suplemen, olahan udang tersebut sudah bisa membahayakan nyawa kita.

  1. Arsenic Pentoxide (As2O5) bereaksi dengan Vitamin C menjadi zat berbahaya Arsenic Trioxide (As2O3)

Sebenarnya apa itu senyawa Arsenic Pentoxide (As2O5)? Itu adalah senyawa arsen anorganik yaitu logam yang dapat ditemukan pada air tanah yang pada umumnya digunakan pada pembuatan kaca, optic, dan keramik. Sifatnya yang stabil dan tidak larut membuat senyawa ini merupakan bahan yang baik dalam membuat mangkuk dari tanah liat serta alat elektronik yang ringan. Senyawa arsen organik bersifat toksik, jika tertelan dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan gangguan pada saluran pencernaan, kardiovaskular, dan sistem saraf, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Lain halnya dengan senyawa arsen yang secara alami ditemukan dalam makhluk laut atau beberapa makhluk daratan.  Senyawa arsen yang berada pada makhluk hidup merupakan senyawa arsen organik yang bersifat kurang toksik dibanding senyawa arsen anorganik. Organisme laut, termasuk udang mengandung sejumlah senyawa arsen organik dalam bentuk arsenobetain. Di dalam tubuh, senyawa arsenobetain akan disekresikan dalam bentuk utuh dan tidak menimbulkan efek toksik dan juga tidak terjadi reaksi dengan vitamin C.

Justru konsumsi vitamin C dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dimana di masyarakat kita juga beredar informasi bahwa konsumsi udang erat kaitannya dengan kolesterol jahat. Hubungan udang dan kolesterol kita bahas lain kali ya hehehe. Tapi, konsumsi vitamin C yang berlebihan juga tidak baik buat tubuh ya guys. Intinya, jangan takut makan seafood terutama udang bersamaan dengan vitamin C. Ayooo makan seafood ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s