BI Rate

BI-Rate

Belum lama ini Bank Indonesia kembali menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6,50% pada bulan Juni dari bulan sebelumnya sebesar 6,75%. Dalam kurun waktu 7 bulan, dari Desember 2015 hingga Juni 2016, Bank Indonesia sudah 4 kali menurunkan BI Rate dimana pada Desember 2015 BI Rate masih berada di 7,50%. Jadi, dalam waktu 7 bulan tersebut BI Rate sudah mengalami penurunan sebesar 1%.

Namun, sebenarnya apa yang dimaksud dengan BI Rate? Apa fungsi BI Rate tersebut? Lebih baik mana bagi perekonomian Indonesia, apakah BI Rate yang tinggi atau yang lebih rendah? Hal-hal seputar BI Rate akan dibahas pada artikel kali ini.

BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan diumumkan kepada publik. BI Rate diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan dan diimplementasikan pada operasi moneter yang dilakukan Bank Indonesia melalui pengelolaan likuiditas (liquidity management) di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter.

Sasaran operasional kebijakan moneter dicerminkan pada perkembangan suku bunga Pasar Uang Antar Bank Overnight (PUAB O/N). Pergerakan di suku bunga PUAB ini diharapkan akan diikuti oleh perkembangan di suku bunga deposito, dan pada gilirannya suku bunga kredit perbankan. Dengan mempertimbangkan pula faktor-faktor lain dalam perekonomian, Bank Indonesia pada umumnya akan menaikkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan melampaui sasaran yang telah ditetapkan, sebaliknya Bank Indonesia akan menurunkan BI Rate apabila inflasi ke depan diperkirakan berada di bawah sasaran yang telah ditetapkan.

Melalui Bank Indonesia, pemerintah menjaga stabilitas perekonomian akibat inflasi yang terjadi dengan BI Rate. Pada saat inflasi melebihi target, maka pemerintah akan menaikkan BI Rate sehingga akan meningkatkan suku bunga deposito pada Bank. Hal ini diharapkan membuat masyarakat lebih memlilih menyimpan uang mereka di Bank dibandingkan untuk membelanjakannya. Jika masyarakat menyimpan uang mereka di Bank, maka inflasi cenderung melambat karena permintaan terhadap barang-barang akan berkurang dan uang yang beredar dimasyarakat dapat dikendalikan. Hal yang sebaliknya berlaku pada saat inflasi lebih kecil dari target yang dicanangkan pemerintah.

Nilai BI Rate bukanlah cerminan perekonomian Indonesia sehingga tidak dapat dikatakan pada saat BI Rate tinggi maka perekonomian sedang baik atau tidak. BI rate sendiri ditentukan bukan hanya karena faktor dari internal, melainkan juga faktor dari eksternal. Misalnya pada saat harga minyak dunia naik, maka akan berdampak pada biaya produksi di Indonesia yang juga meningkat sehingga meningkatkan laju inflasi.

63Inflasi.jpg

Penetapan respons (stance) kebijakan moneter dilakukan setiap bulan melalui mekanisme RDG Bulanan dengan cakupan materi bulanan.

 

  • Respon kebijakan moneter (BI Rate) ditetapkan berlaku sampai dengan RDG berikutnya

 

  • Penetapan respon kebijakan moneter (BI Rate) dilakukan dengan memperhatikan efek tunda kebijakan moneter  (lag of monetary policy) dalam memengaruhi inflasi.

 

  • Dalam hal terjadi perkembangan di luar prakiraan semula, penetapan stanceKebijakan Moneter  dapat dilakukan sebelum RDG Bulanan melalui RDG Mingguan.

 

Respon kebijakan moneter dinyatakan dalam perubahan BI Rate (secara konsisten dan bertahap dalam kelipatan 25 basis poin (bps). Dalam kondisi untuk menunjukkan intensi Bank Indonesia yang lebih besar terhadap pencapaian sasaran inflasi, maka perubahan BI Rate dapat dilakukan lebih dari 25 bps dalam kelipatan 25 bps.

 

Sumber :

http://www.bi.go.id/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s