Beda KPR Bank Konvensional dengan Bank Syariah

Saat ini semakin banyak lembaga keuangan yang memberikan pilihan lebih luas kepada masyarakat sebagai konsumen. Termasuk yang saat ini cukup berkembang pesat adalah bank syariah yang juga menawarkan KPR, tentu dengan karakteristik yang berbeda dibanding dengan bank konvensional.

ini-4-pertanyaan-dari-bank-saat-mengajukan-kpr

Meskipun cukup pesat, namun masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui dengan jelas perbedaan dari KPR pada bank konvensional dengan bank syariah. Untuk lebih memahami, maka simak penjelasan berikut (dikutip dari Cermati.com) :

  1. Bank Konvensional

Karakteristik utama dari Bank Konvesional adalah membebani bunga kepada debitor atas uang yang digunakan. Berikut beberapa jenis KPR yang terdapat di bank konvensional:

  • KPR Fix, yaitu KPR dengan bunga tetap dari awal sampai dengan akhir masa pinjaman. Dengan demikian risiko kenaikan suku bunga dapat dihindari. KPR Fix di Bank Konvensional biasanya diterapkan pada KPR subsidi yang merupakan program dari pemerintah.
  • KPR Fix dan Floating, yaitu KPR dengan penghitungan bunga kombinasi antara bunga tetap dan bunga mengambang. Jadi pada awal periode bunga yang dikenakan adalah tetap, dan setelah melewati jangka waktu yang ditetapkan, maka suku bunga menjadi suku bunga mengambang. Hal ini dilakukan untuk menarik nasabah yang tergiur pada bunga rendah di awal masa pinjaman.
  • KPR Fix, Cap, dan Float, yaitu KPR yang penghitungan bunganya mirip dengan KPR Fix and Floating, namun di tengah masa Fix dan Floating, ada masa bunga Cap. Dalam masa tersebut, suku bunga dapat naik namun dibatasi pada tingkat tertentu. Misalnya suku bunga Fix 8% tiga tahun pertama dan Cap 9% tiga tahun. Selanjutnya setelah 6 tahun suku bunga floating. Artinya pada tahun keempat sampai dengan keenam suku bunga hanya dapat naik maksimal mencapai 9% meskipun dalam kondisi pasar suku bunga yang seharusnya misalnya adalah 10%. Setelah melewati masa enam tahun, maka suku bunga baru dapat melebihi 9%.
  • KPR float, sesuai namanya yaitu KPR dengan bunga mengambang dari awal masa pinjaman mengikuti tingkat bunga pasar.

kpr-syariah-vs-konves

  1. Bank Syariah

– KPR Murabahah dengan akad Jual Beli (Mudharabah), merupakan KPR dimana bank menetapkan margin dari harga jual rumah. Besarnya margin ini ditentukan oleh jangka waktu cicilan yang telah disepakati. Karena margin telah ditentukan dari awal, maka besarnya cicilan setiap bulan akan tetap dari awal sampai lunas. KPR ini juga paling umum digunakan bank syariah karena paling mudah dipahami masyarakat

– KPR akad sewa beli (Ijarah Muntahia Bittamlik/IMBT), adalah KPR dengan konsep sewa beli dimana nasabah dianggap menyewa rumah pada bank dan pada masa akhir cicilan memiliki pilihan untuk membeli rumah tersebut. Dengan demikian, nilai yang dibayarkan nasabah pada bank setiap bulan seolah-olah adalah uang sewa yang dibayarkan dalam jangka waktu yang disepakati. Uang muka KPR IMBT merupakan uang jaminan yang diperhitungkan sebagai tanda jadi pembelian. Bila pada akhirnya nasabah tidak jadi memilih untuk membeli rumah, maka uang muka dikembalikan pada bank dan rumah tetap menjadi milik bank. Besaran uang sewa yang dibayar berubah-ubah mengikuti SBI dari Bank Syariah.

– KPR akad kepemilikan bertahap (Musyarakah Mutanaqisah), yaitu KPR dengan konsep kepemilikan bertahap. Jadi bank dan nasabah sama-sama membeli rumah, lalu porsi kepemilikan bank akan berkurang secara bertahap seiring dengan pembayaran cicilan oleh nasabah pada bank.

Untuk KPR Murabahah besar uang muka minimal 30 persen, sementara untuk IMBT dan MMQ besar uang muka minimal 20 persen dari harga rumah.

Sementara dari sisi penalti, juga terdapat perbedaan antara Bank Konvensional dan Syariah. Pada Bank Konvensional, pelunasan di awal biasanya dikenakan penalti karena dianggap mengurangi potensi pendapatan. Sedangkan pada Bank Syariah, pelunasan dipercepat tidak dikenakan penalti karena nilai transaksi sudah ditentukan di awal.

Dari penjelasan di atas sudah mendapat gambaran mengenai perbedaan bank konvensional dan syariah bukan? Untuk dapat membandingkan lebih rinci, tentu Anda perlu berkonsultasi langsung pada bank yang bersangkutan sehingga dapat menentukan KPR yang dipilih.

Peran Teknologi dalam Pekerjaan

Hari ini tepat 7 bulan sudah saya bergabung dengan Bank CIMB Niaga, Bank terbesar nomor 5 di Indonesia. Banyak sekali hal yang saya pelajari selama bekerja di sini, terutama tentang ekonomi dan bisnis. Meskipun dunia perbankan sangat baru bagi saya, namun teknologi sangat membantu saya untuk beradaptasi. Teknologi memudahkan saya mencari info tentang pekerjaan yang saat ini saya jalani dan perkembangan terkini yang saat ini terjadi. Sebagai seorang banker saya memang diharuskan mengikuti perkembangan ekonomi dunia.

Mungkin penggunaan teknologi sebagai media pencarian informasi pada saat ini dianggap sudah sangat umum. Penggunaannya mulai dari kalangan pekerja, mahasiswa, ataupun anak-anak yang masih berada di tingkat sekolah dasar. Akses yang mudah dan informasi yang lengkap membuat masyarakat menjadikan internet sebagai alternatif baru sumber informasi selain Televisi, Radio, ataupun Koran. Akan tetapi, internet tidak hanya membantu kita untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Namun juga memberikan kemudahan dalam mencari lowogan kerja online yang sesuai dengan kemampuan kita dan ketersediaan waktu kita.

Sebelum bergabung dengan CIMB Niaga dan masih bekerja di perusahaan yang lama, saya mencari informasi lowongan kerja online melalui situs seperti jobstreet. Hingga akhirnya saya mengikuti seleksi dan diterima untuk bergabung. Setelah 4 bulan bekerja dan proses adaptasi berjalan cukup lancar, saya merasa masih memiliki waktu luang untuk melakukan hal yang produktif dan menghasilkan. Namun saya tidak memiliki waktu penuh untuk bekerja di tempat yang lain.

Situs seperti jobstreet memang cocok bagi para pencari kerja yang menginginkan pekerjaan full time atau dengan jam kerja penuh. Sedangkan bagi pekerja lepas (freelancer) seperti saya, situs tersebut tidak dapat mengakomodasi kebutuhan saya. Hingga akhirnya saya menemukan sebuah situs yang sangat sesuai bagi para freelancer karena pekerjaan bisa disesuaikan dengan kemampuan dan ketersediaan waktu yang saya miliki. Situs tersebut adalah Projects.co.id

projects

Fitur Browse Projects

 

 

Dari beberapa situs sejenis yang temukan, Projects.co.id menjadi pilihan saya. Alasan utamanya karena situs ini sangat user friendly.Bagi pencari kerja (feelancer), dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Projects.co.id memiliki fitur “Browse Projects” dimana project yang ada akan masuk dalam kategori tertentu. Freelancer yang memiliki kemampuan men-design dapat menemukan project di kategori “Layout, Logo, & Graphic Design. Bagi freelancer yang suka menulis seperti saya, dapat mencari projects di kategori “Writing & Translation”. Sangat banyak owner project yang mempercayakan situs ini untuk meringankan tugas mereka.

projects2.jpg

Kemudian juga, biaya yang diterima atas pekerjaan yang saya lakukan dapat dinegosiasikan. Saya dapat memberikan penawaran kepada owner project untuk harga yang pantas saya dapatkan atas pekerjaan saya. Selain itu, saya juga dapat bernegosiasi mengenai deadline penyelesaian project yang diberikan. Hal ini sangat penting, terutama bagi freelancer seperti saya yang sehari-harinya sudah memiliki pekerjaan utama. Projects.co.id juga memberikan sistem yang adil dan transparan karena setelah owner project menetukan worker yang sesuai, hasil akan diumumkan kepada semua worker yang memberikan penawaran siapa worker yang terpilih beserta dengan penawaran yang berikan.

Jadi, untuk kalian yang sedang mencari lowongan kerja online dan masih memiliki waktu untuk medapatkan penghasilan sampingan, wajib berkunjung ke situs ini dan segera lakukan penawaran pertama kalian ^_^

SEPUTAR TAX AMNESTY

Ungkap, tebus, lega. Ada yang tahu slogan ini milik siapa? Kalau sering bergelut dengan masalah pajak, pasti tahu. Kementerian Keuangan lewat Direktorat Jenderal Pajak punya program tax amnesty atau amnesti pajak. Itulah slogan program tersebut. program ini disebut kontroversial, karena dianggap tidak adil terhadap wajib pajak yang taat. Kok bisa begitu? Sebenarnya apa sih tax amnesty itu? Undang-undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang pengampunan pajak menjadi dasar pelaksanaan program ini. Lewat program tax amnesty, pemerintah berharap pemasukan buat negara bisa bertambah. Caranya, memberikan fasilitas kepada para penunggak penghapusan pajak terhutang, sanksi administrasi perpajakan, dan sanksi pidana perpajakan atas harta yang diperoleh pada 2015 serta sebelumnya yang dilaporkan dalam surat pemberitahuan pajak tahunan (SPT). Tapi, penunggak itu harus melunasi dulu semua pajaknya dan membayar uang tebusan. Besaran uang tebusan berbeda-beda, tergantung pada kapan wajib pajak menyampaikan surat pernyataan harta. Untuk lebih jelasnya, berikut serba serbi tax amnesty yang perlu kamu tahu.

amnestipajak

CARA KERJA TAX AMNESTY

Seperti disebutkan di atas, tax amnesty wajib diikuti oleh mereka yang menunggak pajak dari tahun 2015 dan sebelumnya. Tunggakan ini termasuk harta yang tidak dicantumkan dalam SPT. Misalnya punya rumah seharga Rp 500 juta di Bekasi dan Rp 700 juta di BSD. Tapi yang dicatat di SPT hanya yang di BSD. Maka, orang ini mesti ikut amnesty pajak agar tidak terkena sanksi. Dia harus mendeklarasikan harta berupa rumah di Bekasi tersebut. Apalagi jika orang tersebut sudah lama tidak membayar pajak. Dia harus berterus terang soal pajak tersebut agar mendapat fasilitas amnesti pajak. Selain itu, mereka yang sudah memiliki pendapatan tetapi belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) wajib ikut. Jika sudah memiliki penghasilan, NPWP seharusnya ada sebagai tanda bahwa kita merupakan wajib pajak. Jika mau mengikuti tax amnesty, kita bisa datang ke kantor pelayanan pajak pratama di domisili masing-masing. Di sana akan tersedia petugas yang membantu menerangkan mengenai tax amnesty sekaligus keuntungannya untuk kita.

MANFAAT TAX AMNESTY

Manfaat tax amnesty sangat jelas untuk wajib pajak. Mereka terhindar dari macam-macam sanksi, sehingga bisa leluasa bergerak. Bayangkan jika seorang pengusaha menjadi sukses, tiba-tiba terkena masalah karena ketahuan tidak membayar pajak. Sia-sialah hasil jerih payah dari usaha itu. Tax amnesty ini berguna juga untuk seluruh masyarakat. Sebab, dengan adanya pembayaran tebusan pajak, otomatis pendapatan negara bertambah. Dengan begitu, anggaran negara untuk pengembangan pun bertambah. Mungkin dana dari program ini bisa dipakai untuk membangun jalan, jembatan, atau juga sekolah. Bisa juga untuk memberikan subsidi ke masyarakat. Sebagai tambahanmodal kerja lewat kredit usaha mikro, kecil, dan menengah, misalnya.

Pemerintah juga menyasar dana orang Indonesia yang tersimpan di luar negeri lewat tax amnesty. Nantinya, mereka ini wajib menyimpan dana tersebut di bank dalam negeri yang telah ditunjuk selama minimal 3 tahun. Selama jangka waktu itu, dana akan dipakai ivnestasi. Misalnya untuk membeli obligasi. Tapi, investasi ini harus sesuai dengan petunjuk pemerintah. Dana dapat digunakan untuk investasi sesuai keinginan wajib pajak setelah jangka waktu 3 tahun.

Dari slogan tax amnesty dapat diketahui bahwa program ini memiliki tujuan yang baik. Program ini dibuka pada Juli 2016 hingga 2017. Tidak mustahil masa berlaku program ini diperpanjang. Yang jelas, pemerintah membuka ruang sebesar-besarnya bagi mereka yang mau ikut tax amnesty, baik wajib pajak perorangan maupun badan usaha. Tidak perlu takut akan diketahui oleh publik, sebab data peserta tax amnesty dijamin kerahasiaannya. ^_^

Pakaian

Pakaian

Hampir semua manusia di planet ini kehidupannya tidak lepas dari pakaian. Pakaian digunakan untuk melindungi tubuh dari pengaruh suhu di luar. Dalam peradaban manusia pakaian juga berfungsi menutup aurat.

Selain itu pakaian juga digunakan untuk penampilan. Pakaian tidur jelas berbeda dengan pakaian kerja. Begitu pula pakaian yang digunakan dalam acara pesta berbeda dengan pakaian di kolam renang.

Umumnya orang memakai pakaian sesuai dengan ukuran tubuhnya. Ketika ukuran tubuhnya kecil maka tentu ukuran pakaiannya juga kecil. Demikian pula ketika ukuran tubuhnya membesar orang membutuhkna pakaian yang lebih besar. Akan terlihat lucu jika ukuran tubuh kecil mengenakan pakaian berukuran besar. Dan apa yang terjadi jika ukuran tubuh besar mengenakan pakaian yang kecil?

Analogi pakaian dapat diterapkan di dunia kerja. Pakaian adalah jabatan dan tubuh adalah kapabilitas. Mereka yang kapabilitasnya masih belum memadai namun inginnya memegang jabatan tinggi, seperti anak kecil yang inign mengenakan pakaian ayahnya. Jika tidak dipenuhi keinginannya maka anak tersebut akan menangis.

Dalam konteks seperti itu maka penting bagi seorang pemimpin menyikapinya secara bijak. Terkadang layaknya seorang ayah yang sayang pada anaknya dan selalu memenuhi keinignan anaknya, demikian juga pemimpin tersebut. Karena khawatir stafnya keluar dan pindah ke perusahaan pesaing maka dituruti juga permintaan tersebut. Atau, karena sang pemimpin mempunyai kepentingan tertentu agar staf tersebut tetap ada dalam organsiasi.

Namun sesungguhnya kebijakanseperti itu akan mencelakakan stafnya. Pada akhirnya staf tersebut tidak akan efektif dan malah akan menimbulkan masalah lain yang lebih besar dalam organsisasi.

Sebaliknya, terkadang juga terjadi ketika kapasitas seseorang yang terus bertambahn namun pakaiannya tidak diganti yang lebih besar. Kondisi tersebut akan membuat orang tersebut menjadi tidak nyaman. Jika pemimpin tidak peduli dengan kondisi itu maka jangan disalahkan jika stafnya mencari baju yang lebih besar di tempat lain.

Peluang Merek Lokal

Indonesia adalah bangsa yang besar dengan begitu banyak potensi. Tidak ada yang bisa mengingkari potensi Indonesia. kekayaan alam melimpah, posisi geografis menguntungkan, bahkan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa pun menjadi potensi tersendiri. Bagi dunia bisnis, jumlah penduduk sebanyak itu merupakan pasar yang sangat besar. Belum lagi kalau kita melihat demografi penduduk yang kebanyakan berusia produktif. Sebanyak 84% dari total populasi Indonesia berusia di bawah 50 tahun. Sungguh asset yang sangat berharga. Tak mengherankan bila pihak asing begitu tergiur untuk masuk ke Indonesia.

Masalahnya, kita acap kali tidak menyadari apa yang kita miliki sampai orang lain mengambilnya. Ingat kan bagaimana semua orang ribut dan marah-marah ketika “tetangga sebelah” mengklaim kesenian daerah kita? Padahal sebelum itu boro-boro membicarakannya, sebagian mungkin lupa kalau reog, angklung, dan tari pendet punya kita.

Hal yang sama berlaku pada dunia bisnis. Pasar kita dibanjiri pemain-pemain asing. Bisa jadi tanpa disadari dari ujung kepala hingga ujung kaki kita menggunakan merek asing. Semua itu merek asing yang yang menikmati kayanya pasar Indonesia. Mau menyalahkan mereka karena “menjajah” negeri kita dengan produk dan jasa yang ditawarkan? Rasanya sungguh salah alamat. Peribahasa “ada gula, ada semut” bukanlah omong kosong. Di mana ada pasar potensial, di situlah para produsen berkumpul. Indonesia merupakan sebongkah besar gula yang sangat mengundang bagi para pemilik merek, termasuk merek-merek global. Pertanyaannya, ke manakah para pemilik merek lokal? Apakah mereka juga menikmati keuntungan yang sama? Atau hanya berdiri di belakang sebagai latar belakang sementara merek global menjadi pemain utamanya?

Kita tentu menginginkan para pemain lokal dapat menjadi tokoh-tokoh utamanya sementara pemain asing berdiri sebagai latar belakang. Bermimpi tentu boleh saja meski bisnis bukanlah negeri dongeng. Namun ingat, segala hal besar dimuali dari mimpi terliar.

Mimpi itu hanya akan jadi kenyataan kalau kita bangun dan bekerja untuk mewujudkannya. Mari kita lihat apa yang terjadi di pasar kita saat ini. Ya betul, pasar kita saat ini didatangi banyak merek asing. Tapi merek lokal kita juga punya gigi kok.

Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia yang pemimpin pasar minuman ringannya bukan Coca-Cola, melainkan merek lokal. Kita juga menjadi satu-satunya negara yang memimpin pasar rokoknya bukan Marlboro. Di pasar makanan ringan jagoannya adalah merek lokal seperti Orang Tua Grup, Garudafood, dan Siantar Top.

Apa artinya itu? Hal tersebut menunjukkan bahwa merek lokal kita tidak lemah-lemah banget. Ada harapan kita bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Kalau Sosro, Sampoerna, Orang Tua Group, Garudafood, Indofood, dan lain-lain bisa memiliki taji untuk bersaing dengan merek global, artinya merek lokal yang lain pun bisa. Pertanyaannya mau bekerja keras untuk bisa seperti mereka atau tidak?

Menguasai pemasaran itu keharusan

Bagaimana agar merek-merek lokal Indonesia dapat berjaya serta mampu bersaing dengan merek-merek global? Tentu ada banyak cara, salah satunya dengan menguasai pemasaran. Kemampuan kita berkreasi dan berinovasi harus diimbangi dengan kemampuan memasarkannya.

Mengapa? Karena bagaimana pun bagusnya sebuah produk ataupun jasa, tidak akan berarti bila tidak bisa dipasarkan. Itu sebabnya para marketer dan pemilik merek, terutama yang muda harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang pemasaran.

Kita sering kali hanya melempar sebuah produk atau jasa ke pasar tanpa siap dengan sebuah strategi pemasaran. Inilah kekurangan kita. Padahal, merek-merek asing yang masuk ke Indonesia datang dengan sebuah strategi yang matang,” begitu kata Daniel Rembeth, seorang pakar pemasaran yang juga pengajar di Magister Manajemen FEUI.

Tentunya pemasaran di sini bukan hanya konvensional, tetapi juga yang digital. Ada dua jenis marketer di Indonesia, yaitu marketer muda yang fasih teknologi dan marketer mature yang gamang terhadap teknologi.

Usianya yang muda membuat teknologi dengan sendirinya menjadi bagian dari kehidupan marketer jenis pertama. Mereka mengerti bagaimana menggunakan teknologi dan memahami kekuatan media sosial. Mereka juga tahu bagaimana membangun komunikasi dua arah dengan audiensnya. Hanya saja dari segi skill pemasaran, mereka masih harus banyak belajar dan mengembangkan diri.

Sementara marketer jenis kedua, sangat menguasai pemasaran konvensional, tetapi gamang terhadap teknologi. Teknologi merupakan hal baru bagi mereka, jadi bukan hal yang mengejutkan sebenernya bila mereka terlihat ragu-ragu menggunakan media sosial dan perangkat digital marketing lainnya.

Membangun sebuah merek yang kuat di era digital seperti hari ini, marketer dan pemilik merek perlu menguasai keduanya. Sulit rasanya berasing dengan rekan-rekan internasional tanpa menguasai pemasaran dengan baik. Namun, tanpa kemampuan menggunakan kanal-kanal digital bagaimana kita menjangkau pasar potensial yang setiap saat berkomunikasi melalui hal tersebut.

Nah, kedua marketers tersebut perlu bertukar ilmu, sehingga yang satu pengetahuan pemasarannya bertambah, yang lain lebih pede menggunakan kanal-kanal digital dan luwes berkomunikasi di sana.

Maju dengan pede

Di samping menguasai pemasaran, kita juga perlu punya pede yang besar. Kesannya memang sepele – masalah kepercayaan diri, tetapi hal tersebut nyatanya sangat berperan. Kita terlihat “sulit” maju karena ngga pede dengan apa yang kita miliki.

Tidak pede dengan merek kita sendiri sehingga tidak berani merambah pasar global. Kalau china saja pede menjadikan kita pasar mereka, mengapa kita harus minder menjadikan cina sebagai target market? “pemilik merek itu harus pede. Percaya diri saja dalam memasarkan produknya,” begitu kata Daniel yang aktif di Twitter dengan akun @danrem ini.

Menurut Daniel Indonesia memiliki modal intelektual yang besar. Sekarang tinggal bagaimana kita mengkapitalisasi modal tersebut. Kalau itu bisa dilakukan merek lokal kita tidak saja akan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, tapi juga berkembang menjadi merek global yang mampu bersaing di kancah internasional. Siap dan maukah kita melakukan hal itu?