Hukum Makan Belalang

belalang goreng

Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Belalang termasuk salah satu dari dua hewan yang apabila telah terlebih dahulu mati dihalalkan untuk dimakan, bersama ikan. Belalang termasuk dalam binatang yang dikecualikan oleh syariat Islam dari kategori bangkai. Binatang ini halal sebagaimana terdapat dalil dari hadits Nabi SAW.

أُحِلَّتْ لَنَا مَيْتَتَانِ وَدَمَانِ فَأَمَّا الْمَيْتَتَانِ فَالْحُوتُ وَالْجَرَادُ وَأَمَّا الدَّمَانِ فَالْكَبِدُ وَالطِّحَالُ

Kami dihalalkan dua bangkai dan darah. Adapun dua bangkai tersebut adalah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah tersebut adalah hati dan limpa.”  (HR. Ahmad 2:97 dan Ibnu Majah no. 3314. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Abi Aufaz bahwa ia berkata,
غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ سَبْعَ غَزَوَاتٍ نَأْكُلُ الْجَرَادَ
“Kami berperang bersama Rasulullah dan dalam tujuh kali peperangan, kami makan belalang.” (HR. Muslim no. 1952).

Belalang jika mati dengan sendirinya, sudahlah halal sehingga tidak butuh penyembelihan khusus karena bangkainya saja suci.

Continue reading

Sertifikasi Halal MUI

Sebelumnya sudah dijelaskan bagaimana di zaman sekarang ini Halal merupakan sesuatu yang sangat penting. Hal ini disebabkan Halal bukanlah identitas dari suatu agama lagi, melainkan hak bagi setiap orang untuk mendapatkan dan mengkonsumsi produk yang halal. Oleh karena itu, sertifikasi Halal sangat diperlukan bagi produsen yang ingin memberikan kepercayaan dan jaminan kepada konsumen mereka agar merasa aman dan nyaman bahwa produk yang mereka konsumsi itu memang Halal.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan sertifikat Halal? Sertifikat Halal adalah suatu fatwa tertulis dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan kehalalan suatu produk. Sertifikat Halal ini merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman LABEL HALAL pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang. Produk yang dilakukan setifikasi antara lain produk pangan, obat-obatan, kosmetika, dan produk lainnya.

Untuk memperoleh sertifikat Halal, LPPOM memberikan beberapa ketentuan bagi perusahaan.

  1. Sebelum produsen mengajukan sertifikat halal, terlebih dahulu harus mempersiapkan Sistem Jaminan Halal. Penjelasan rinci tentang Sistem Jaminan Halal dapat merujuk pada Buku Panduan Penyusunan Sistem Jaminan Halal yang dikeluarkan LPPOM MUI.
  2. Berkewajiban mengangkat secara resmi seorang atau tim Auditor Halal Internal (AHI) yang bertanggung jawab dalam menjamin pelaksannan produksi halal.
  3. Berkewajiban menandatangani kesediaan untuk diinspeksi secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya oleh LPPOM MUI.
  4. Membuat laporan berkala setiap 6 bulan tentang pelaksanaan Sistem Jaminan Halal.

Continue reading

Makna HALAL Dalam Dunia Perdagangan Indonesia Maupun Internasional

Dalam dunia perdagangan, banyak hal yang harus diperhatikan oleh sebuah industri ataupun pemain pasar dalam memulai usaha. Mulai dari jenis usaha, terget konsumen, hingga strategi pemasaran. Namun belakangan ini, ada sebuah fenomena yang sedang “trend” dan menjadi perhatian masyarakat dunia yang kita sebut dengan HALAL. Kata halal kini bukan hanya menjadi prioritas bagi umat muslim, akan tetapi bisa dikatakan sudah menjadi “life style” bagi dunia Internasional.

Jika Kamu adalah seseorang yang sedang menggeluti bidang makanan dan minuman, maka sertifikasi Halal merupakan izin terpenting yang harus Kamu miliki. Tidak hanya dari pelaku industri besar yang memerlukannya, tetapi bagi pelaku industri rumah tangga halal juga merupakan bagian terpenting dalam menjalankan usaha. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan sertifikasi Halal? Seberapa pentingkah pelabelan halal pada produk? Apa manfaat yang didapat oleh konsumen ataupun produsen?

Sertifikasi Halal adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat Islam. Sertifikasi halal ini merupakan syarat untuk pencantuman label halal yang menjadi jaminan bagi konsumen bahwa produk yang mereka konsumsi jelas asal usulnya dan pastinya tidak mengandung bahan-bahan yang diharamkankan. Sebuah produk yang tidak mencantumkan label halal memang tidak lantas dikategorikan sebagai produk yang haram, akan tetapi label halal akan mampu memberikan kenyamanan bagi konsumen akibat banyaknya isu negatif yang merebak di tengah masyarakat mengenai penggunaan bahan-bahan yang “tidak sepantasnya” digunakan.

Saat ini, produk berlabel halal bukan hanya menjadi buruan konsumen dari umat muslim. Halal sudah menjadi kebutuhan masyarakat dunia karena halal bukanlah identitas bagi suatu agama, melainkan kebutuhan dan hak setiap orang untuk mendapatkan produk yang halal. Oleh karena itu, perizinan mengenai kehalalan suatu produk menjadi hal yang penting untuk diperhatikan bagi produsen.

Continue reading