Tempe dan Keajaibannya

Jangan-Lagi-Remehkan-Tempe

Tempe adalah salah satu makanan khas Indonesia yang bahan dasarnya berasal dari kedelai dan sangat populer di Indonesia. Pembuatan tempe terdiri dari beberapa tahap yaitu sortasi, perebusan, perendaman, pengupasan kulit, peragian dan fermentasi. Tempe dibuat dari fermentasi kedelai yang berlangsung selama 20-24 jam pada suhu 30°C dengan bantuan mikroorganisme tertentu dari golongan kapang terutama Rhizopus oligosporus. Kedelai akan diliputi oleh struktur menyerupai benang halus/biomassa kapang berwarna putih, disebut miselium, yang mengikat kedelai menjadi struktur yang kompak. Biomassa kapang ini berperan penting dalam pembentukan tekstur tempe.

Aroma tempe terbentuk dari metabolit yang dihasilkan kapang selama proses fermentasi. Kapang menghasilkan enzim protease dan lipase yang memecah protein dan lemak kedelai menjadi komponen yang lebih kecil sehingga komponen ini bersifat volatil (mudah menguap). Oleh karena itu, tekstur dan aroma tempe sangat dipengaruhi oleh pembentukan miselium dan aktivitas enzim yang dihasilkan oleh kapang. Dengan kata lain, jenis kapang yang digunakan akan berpengaruh pada mutu organoleptik aroma, rasa, dan tekstur tempe yang dihasilkan.

Tempe dipasarkan secara luas baik di pasar tradisional maupun pasar modern dengan harga yang terjangkau. Tempe sering dijadikan lauk utama khususnya bagi masyarakat dengan pendapatan rendah. Hal tersebut menyebabkan nilai sosial tempe dianggap rendah. Dibalik harganya yang terjangkau dan anggapan makanan kelas rendah, tidak banyak yang mengetahui manfaat tempe bagi kesehatan. Proses fermentasi kedelai menjadi tempe mengakibatkan perubahan zat gizi dan non gizi yang mengakibatkan manfaat tempe jauh lebih baik dibandingkan kedelai.

suka-ngemil-tengah-malam-ini-sebabnya

Makanan berbahan baku kedelai ini diketahui memiliki kandungan protein yang tinggi. Menurut daftar Bahan Makanan, kandungan protein dalam tempe mencapai 18,3%. Kandungan protein yang tinggi pada tempe ini berpeluang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebuhtuhan protein tubuh. Selain itu, tempe juga mengandung beragam vitamin dalam kadar yang cukup baik, termasuk di antaranya mengandung zat besi (Fe) sebanyak 10 mg/100 g bahan. Kandungan Fe dapat dimanfaatkan dalam proses sintesis sel HB darah dan mengurangi resiko anemia.

Selain itu, tempe mengandung senyawa anti bakteri yang aktif melawan bakteri gram positif dan bakteri penyebab diare seperti Salmonella typhii, Shigella flexneri dan Escherichia coli K 70 (B) H 19. Tempe efektif untuk melawan diare yang disebabkan infeksi. Studi terhadap 79 anak balita yang menderita diare kronis, menunjukkan bahwa pada 11 anak di antaranya ditemukan bakteri gram negatif pada fesesnya. Setelah tiga hari berturut-turut diberi makanan formula tempe ternyata hanya tiga orang anak atau 27,3% yang fesesnya masih mengandung bakteri yang sama. Peningkatan resistensi dibuktikan dengan meningkatnya imunoglobin pada anak yang diberi tempe selama 4 (empat) minggu.

Dalam upaya mencegah penyakit degeneratif, manfaaat tempe telah banyak diteliti di Indonesia. Pemberian tempe secara teratur pada penderita hiperlipidemia terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total, K-LDL, dan trigliserida serta sedikit meningkatkan kadar K-HDL. Akan sangat baik jika setiap hari mengkonsumsi 2 hingga 3 potong tempe ukuran sedang dengan berat sekitar 100 hingga 150 gram per hari. Dibandingkan pangan hewani, yang mengandung protein tinggi namun kandungan lemak jenuhnya juga tinggi, maka konsumsi tempe sangat bermanfaat mengingat kandungan proteinnya tinggi namun lemaknya didominasi oleh lemak tidak jenuh yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Untuk memaksimalkan manfaat tempe dan mengurangi turunnya atau rusaknya zat gizi tempe, maka disarankan tempe tidak dimasak dengan digoreng. Akan tetapi dengan cara pengukusan atau perebusan. Hal ini dikarenakan suhu tinggi selama pemasakan akan berpengaruh pada kestabilan gizi dan menurunkan mafaatnya.

Jadi, sudahkah Anda makan tempe hari ini?? ^_^

 

Sumber :

Utari D. 2010. Kandungan Asam Lemak, Zink, dan Copper pada Tempe, Bagaimana Potensinya Untuk Mencegah Penyakit Degeneratif. Jurnal Gizi Indon.

Karsono Y, Tunggal A, Wiratama A, Adimulyo P. 2009. Pengaruh Jenis Kultur Starter Terhadap Mutu Organoleptik Tempe Kedelai. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor.

Yustiardi D. 2009. Pengaruh Sumplementasi Tempe Sebagai Sumber Protein Terhadap Kadar Hemoglobin dan Berat Badan Anak Usia Sekolah Dasar di Taman Asuhan Anak Yatim dan Dhuafa Miftahul Jannah, Kota Bogor. Semarang : Universitas Diponegoro.

Haliza W, Purwani E, Thahir R. 2007. Pemanfaatan Kacang-kacangan Lokal sebagai Subtitusi Bahan baku Tempe dan Tahu. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.

Utari D, Rimbawan, Riyadi H, Muhilal, Purwantyastuti. 2011. Potensi Asam Amino pada Tempe untuk Memperbaiki Profil Lipid dan Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional.

Konsumsi Vitamin C setelah Konsumsi Seafood berujung Kematian [HOAX]

Postingan kedua di tahun 2015, harapannya yang ini lebih berbobot dan berguna ya dibandingkan postingan sebelumnya. Oiya, di bulan Februari ini gw mau launching rumah makan Seafood di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan (promosi dulu ngga apa2 kali ya hahaha). Nah…yang bakal dibahas kali ini ada hubungannya sama usaha rumah makan gw nantiya. Sebelumnya santer banget tersiar info kalau banyak korban yang jatoh karena kebiasaan mengkonsumsi Seafood, terutama udang dan lobster, yang diikuti dengan mengkonsumsi vitamin C (entah itu berupa air jeruk atau suplemen) bisa mengakibatkan kematian. Bahkan cara kematiannya juga ngga tanggung-tanggung, keluar darah dari lima panca indera (katanya sih gitu).

hati hati makan udang dan vitamin C bisa menyebabkan kematian

Info itu merebak luas dan langsung rame di broadcast BBM atau Facebook. Kurang lebih artikelnya kaya gini nih

“Info kesehatan langsung dari RS.Prof Kandow Malalayang : Ada seorang wanita meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan. Wanita ini ada kebiasaan minum Vit C tiap hari. Ini tidak masalah.
Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan udang. Sebenarnya cuma makan udang saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yang meninggal.. Tetapi, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun. Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal mengenaskan dengan kelima panca indera keluar darah. Jadi hati-hati, habis banyak makan udang, kerang, kepiting, jangan minum Vit C pada saat yang bersamaan.”

bahaya-vit-c-campur-udang

Sebenarnya sih ngga ada salahnya buat berhati-hati sama infonya, bagus juga buat jaga-jaga. Cuma yang salah itu kalau kita nelen mentah-mentah info itu dan nyebar info tersebut tanpa tahu yang bener kaya apa. Ngasih tau info yang belum bener adanya ke orang lain, dan bikin orang-orang jadi parno dan ngga mau minum air jeruk setelah makan seafood. Oke deh, langsung aja deh kita bahas sekelumit tentang mitos ini.

  1. Udangnya aja diolah menggunakan vitamin C

Biasanya olahan udang apa yang kalian pesan? Saus tiram, saus padang, saus mangga, atau asam manis? Menu-menu tersebut diolah bersama bahan-bahan yang mengandung vitamin C lho, seperti seledri (15 mg/100 g), bawang putih (25 mg/100 g), jeruk nipis (27 mg/100 g), mangga (28 mg/100 g), tomat (34 mg/100 g), paprika hijau (60 mg/100 g), cabai rawit (70 mg/100 g), cabai hijau (84 mg/100 g), brokoli (110 mg/ 100 g), dan paprika merah (190 mg/100 g). Jeruk sendiri hanya mengandung 48 mg vitamin C dalam 100 gramnya. Kalau memang konsumsi vitamin C bersamaan dengan udang atau lobster bisa membawa kematian, seharusnya tanpa perlu minum air jeruk atau suplemen, olahan udang tersebut sudah bisa membahayakan nyawa kita.

  1. Arsenic Pentoxide (As2O5) bereaksi dengan Vitamin C menjadi zat berbahaya Arsenic Trioxide (As2O3)

Sebenarnya apa itu senyawa Arsenic Pentoxide (As2O5)? Itu adalah senyawa arsen anorganik yaitu logam yang dapat ditemukan pada air tanah yang pada umumnya digunakan pada pembuatan kaca, optic, dan keramik. Sifatnya yang stabil dan tidak larut membuat senyawa ini merupakan bahan yang baik dalam membuat mangkuk dari tanah liat serta alat elektronik yang ringan. Senyawa arsen organik bersifat toksik, jika tertelan dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan gangguan pada saluran pencernaan, kardiovaskular, dan sistem saraf, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Lain halnya dengan senyawa arsen yang secara alami ditemukan dalam makhluk laut atau beberapa makhluk daratan.  Senyawa arsen yang berada pada makhluk hidup merupakan senyawa arsen organik yang bersifat kurang toksik dibanding senyawa arsen anorganik. Organisme laut, termasuk udang mengandung sejumlah senyawa arsen organik dalam bentuk arsenobetain. Di dalam tubuh, senyawa arsenobetain akan disekresikan dalam bentuk utuh dan tidak menimbulkan efek toksik dan juga tidak terjadi reaksi dengan vitamin C.

Justru konsumsi vitamin C dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dimana di masyarakat kita juga beredar informasi bahwa konsumsi udang erat kaitannya dengan kolesterol jahat. Hubungan udang dan kolesterol kita bahas lain kali ya hehehe. Tapi, konsumsi vitamin C yang berlebihan juga tidak baik buat tubuh ya guys. Intinya, jangan takut makan seafood terutama udang bersamaan dengan vitamin C. Ayooo makan seafood ^_^

Alkohol: Sama Namun Berbeda

alkohol1

 

Alkohol bukan hal yang asing lagi bagi kita. Kita sering mendengar istilah alkohol pembersih luka dengan kadar 90% atau 70%. Kita juga mengenal minuman beralkohol. Bahkan beberapa jenis makanan juga mengandung alkohol. Tape yang terbuat dari singkong maupun dari beras ketan, makin lama terasa keras dan pahit karena mengandung alkohol.

Apakah semua alkohol tersebut sama? Dapatkah kita membuat minuman beralkohol hanya dengan mencampurkan sirup atau larutan gula dengan alkohol pembersih luka yang kita beli?

Alkohol yang sering kita jumpai sebenarnya merupakan senyawa etanol dengan rumus molekul C2H5OH. Sifat khas senyawa ini adalah bisa mempengaruhi susunan syaraf pusat. Jika diminum dalam jumlah banyak akan membuat kita tak sadar/mabuk, bahkan bisa menyebabkan kematian. Bila dalam jumlah sedikit akan memperlambat reaksi dan koordinasi anggota tubuh. Data di Amerika Serikat menunjukkan 50% kecelakaan lalu lintas yang fatal disebabkan oleh pengemudi mabuk. Selain memabukkan, alkohol juga bisa digunakan sebagai antiseptik dan pegnawet.

Alkohol pembersih luka tidak sama dengan alkohol yang terkandung dalam minuman atau tape. Alkohol pembersih luka dengan kadar 70% atau 90% merupakan alkohol yang terdenaturasi, artinya alkohol sudah dicampur dengan bahan lain yang sangat beracun bagi tubuh, yaitu methanol (CH3OH) atau benzena (C6H6). Bahan campuran ini tidak dapat dipisahkan kembali. Methanol merupakan senyawa menyebabkan kebutaan dan kelumpuhan bila terminum atau terhirup. Benzena dalam kasus ringan bisa menyebabkan kekurangan eritrosit dan leukosit, dalam kasus berat dapat menimbulkan rasa mual bahkan kematian karena kegagalan fungsi jantung atau pernapasan. Oleh karena itu, walapun kita mengenal dengan nama yang sama, fungsi dan pengaruh alkohol sangat berbeda dalam tubuh.

Hasil Laut Akibatkan Alergi?

Seafood-Display

Pernahkah anda mengalami alergi setelah mengkonsumsi makanan hasil laut? Bagi yang pernah menglaaminya, wajar bila timbul perasaan antipati terhadap makanan laut. Padahal, makanan seperti ikan, udang, cumi-cumi, atau kerang, selain bernilai gizi tinggi juga dapat diperoleh dengan mudah dan harga relative murah, serta cara mengolahnya pun tidak rumit.

Gejala alergi biasa ditunjukkan dengan timbulnya rasa mual, pusing, badan lemas, dan timbul bentol-bentol yang disertai gatal biduren (skin rash). Shock ini sebenarnya merupakan reaksi penolakan tubuh terhadap zat asing dalam aliran darah. Kandungan histamin pada ikan, udang, cumi-cumi, atau fauna laut lain sering menimbulkan alergi bagi yang sensitive. Namun, sebenanrya histamin hanya ditemukan pada fauna yang sudah mulai rusak atau membusuk.

Histamin umumnya terbentuk dari fraksi protein yang bereaksi dengan enzim-enzim dan merupakan hasil metabolisme anaerob post mortem yang terjadi setelah kematian makhluk hidup. Oleh karena itu, kasus alergi hanya terjadi bila makanan hasil laut yang dikonsumsi sudah kadaluarsa atau kualitasnya tidak baik. Aktivitas enzim-enzim atau mikroorganisme pembusuk telah mengubah komposisi kimiawi makanan hasil laut.

Bagaimana mengenali makanan laut yang kadaluarsa atau mulai rusak? Secara umum, perubahan komposisi kimiawi dagin pada hasil laut, seperti ikan atau udang yang mengalami pembusukan ditandai oleh tekstur lembek, berau busuk, serta kusam. Tekstur lembek pada ikan mudah dikenali melalui mata. Mata ikan ang seharusnya menonjol menjadi melesek (masuk) bila ditekan dengan jari. Lembek juga menyebabkan sisik ikan atau kulit luar udang mudah lepas dari dagingnya. Pada cumi-cumi, kerusakan ditandai dengan pecahnya kantong tinta serta mata memerah (bengkak).

Dengan mengenali ciri-ciri fisik kerusakan memudahkan kita dalam memilih hasil laut segar yang mempunyai kualitas baik. Diharapkan, perasaan khawatir akan timbulnya alergi karena mengkonsumsi hasil laut dapat dihindarkan.

Etika Puasa

Semua tidak ada yang meragukan bahwa rukun yang satu ini bukan perkara biasa bagi seorang muslim. Puasa bukan sekedar ritual yang dipertontonkan, atau hanya sebatas masuk dalam kondisi tidak menyentuh unsur-unsur materi yang membatalkannya lalu boleh menyentuhnya pada malam hari. Di luar itu semua, puasa adalah ibadah yang sangat agung, pahalanya besar, dan ganjarannya melimpah.

Puasa adalah milik (untuk)-Ku dan Aku memberi pahala karenanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Puasa sama dengan semua bentuk ibadah yang lain. Ibadah seorang manusia yang mukalaf tidak akan diterima kecuali disertai dengan niat. Niat tidak harus diucapkan, tetapi dapat dengan melakukan persiapan untuk makan sahur, bahkan dengan tindakan atau ucapan apa pun yang menunjukkan kepadanya.

Oleh sebab itu, orang yang hendak berpuasa harus mengesankan niat puasanya dengan menghayati bahwa puasa adalah ibadah yang diharapkan dapat mendekatkan dirinya kepada Allah. Ia menahan diri dari makanan, minuman, syahwat, dan nafsunya, hanya karena melaksanakan perintah Allah, dengan demikian, kita dapat menyadari kesalahan sekian banyak orang yang berpuasa baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Ada yang mengenal puasa dalam pengertian yang sangat terbatas, yakni tidak makan, minum, dan berhubungan suami istri, tanpa disertai penghayatan dan kesadaran atas besarnya pahala dari Allah swt.. Puasa orang-orang semacam itu dianggap timpang dan terancam gagal.

Di antara fenomena yang sering terjadi pada kebanyakan orang yang berpuasa adalah tidak menghayati tujuan, hukum, dan hikmah puasa, sehingga rentan terjerumus ke dalam faktor-faktor yang merusak dan mengurangi pahalanya. Alhasil, yang ia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan dahaga.

Renungkanlah dengan baik saat engkau meninggalkan semua bentuk kenikmatan, mengapa engkau melakukan semua itu dan tidak sanggup melanggarnya? Bila engkau dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini, maka engkau telah menginjakkan kakimu pada jalan yang benar untuk mencapai tujuan-tujuan puasa, terutama takwa kepada Allah swt..

Apabila engkau berhasil merenungkan hikmah-hikmah puasa lainnya, maka engkau telah berpuasa dengan benar dan derajatmu naik hingga pada tahap orang-orang yang dihapus dosa-dosanya dan dilipatgandakan pahala-pahala kebaikannya. Engkau juga akan masuk surga dari pintu ar-Rayyan. Tapi, kehidupan manusia yang hiruk-pikuk dengan berbagai kesibukan, kesenangan, dan kelelahan membuat dirinya merasa terlalu susah untuk merenungkan hikmah-hikmah tersebut. Continue reading

Manfaat Kulit Manggis

Kulit manggis

Manggis (Garcinia mangostana) adalah sejenis pohon hijau dari daerah tropika yang diyakini berasal dari Kepulauan Nusantara (wilayah yang membentang dari Sumatera hingga Papua). Pohon manggis dapat tumbuh hingga 25 meter. Buahnya berwarna merah keunguan ketika matang, meskipun ada pula varian yang kulitnya berwana merah. Buah ini memiliki aktivitas antiinflamasi dan antioksidan. Di luar negeri buah ini dikenal sebagai buah yang memiliki kadar antioksidan tertinggi di dunia.

Selain rasa buahnya yang manis dan banyak digemari, kulit dari buah manggis ternyata banyak mengandung manfaat. Bahkan sangat potensial untuk menambah kekuatan dan kesehatan fisik kita. Kulit manggis saat ini paling banyak dicari dan digunakan untuk dijadikan obat alternatif berbagai penyakit, serta dimanfaatkan dalam urusan kecantikan. Faktanya memang, kulit buah manggis mempunyai manfaat lebih banyak dibandingkan buahnya.

Kulit manggis mempunyai kandungan senyawa xanthone yang saat ini banyak dikembangkan dan diproduksi dalam bentuk sirup, yang kemudian lebih dikenal dengan nama sirup xanthone. Sirup ini sangat terkenal karena mengandung zat antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Beberapa penelitian menunjukkan senyawa ini memiliki sifat sebagai anti diabetes, anti kanker, anti peradangan, antibakteri, anti fungi, anti plasmodial, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Xanthone merupakan sekumpulan molekul biologi berbentuk cincin segi enam dengan ikatan karbo kembar untuk memberi kestabilan ke dalamnya. Lebih dari 200 xanthone terdapat di alam, dimana 40 diantaranya terdapat dalam buah manggis, terutama di bagian kulit buah manggis.

Continue reading

Penyalahgunaan Boraks dalam Makanan

Sekarang ini banyak kejadian penggunaan boraks sebagai bahan pengawet makanan. Di mana bahan tersebut sangat dilarang digunakan sebagai bahan baku makanan. Dan jika penggunaannya terus dilakukan dan dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama kanker dan bahkan kematian untuk tingkat yang lebih lanjut. Hal ini telah menjadi hal yang cukup serius dan menjadi suatu masalah yang berusaha diselesaikan dengan baik oleh berbagai pihak terutama pemerintah.

Sebagai pusat utama kelangsungan negara, pemerintah harus dapat dengan bijak memutuskan dan bertindak bagaimana penanganan kasus tersebut. Terutama kasus pada pembuatan bakso dan mie dengan bahan pengawet boraks dan berbagai makanan seperti ikan asin serta tahu yang diawetkan dengan menggunakan formalin. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan boraks? Apa fungsi sesungguhnya dari boraks?

Boraks merupakan senyawa kimia dengan rumus natrium tetraborat (NaB4O7.10H2O), berbentuk kristal lunak dengan pH = 9,5. Boraks merupakan senyawa kimia antara natrium hidroksida(NaOH) serta asam borat(H3BO3). Umumnya boraks digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, bahan solder, bahan pembersih, pengontrol kecoak dan keramik. Gelas pyrex yang terkenal pun dibuat dengan campuran boraks.

Boraks disalahgunakan untuk pangan dengan tujuan memperbaiki warna, tekstur dan flavor. Padahal sifatnya sangat beracun, sehingga peraturan pangan tidak membolehkan boraks untuk digunakan dalam pangan. Boraks sejak lama telah digunakan masyarakat untuk pembuatan gendar nasi, kerupuk gendar, atau kerupuk puli yang secara tradisional di Jawa disebut “Karak” atau “Lempeng”. Surat kabar Merdeka mengabarkan pada September 2012 BPOM menguji 70 sampel jajanan di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Hasil yang didapat dari pengujian tersebut membuktikan sejumlah panganan tersebut mengandung boraks. Makanan yang rentan akan penambahan boraks antara lain cendol, cincau, bakso, agar-agar, dan lontong.

Continue reading

Buah Naga : Potensi Hayati Indonesia di Bidang Kesehatan

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman buah-buahan. Dari sekian banyak potensi buah yang dimiliki, masih banyak yang belum dapat dieksplorasi secara maksimal. Salah satu buah yang belum digali potensinya tersebut adalah buah naga. Buah naga (Dragon Fruit) mungkin masih awam didengar di telinga masyarakat, karena pada tahun 2001 buah ini hanya ada di Israel, Australia, Thailand dan Vietnam, tetapi sekarang sudah mulai merambah pasaran Indonesia. Buah ini sekarang mulai tersedia di toko buah dan pasar swalayan. Sejumlah perkebunan mulai melirik komoditas ini karena budidayanya yang mudah dan prospek ke depan cerah dibanding buah lainnya.

Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga.

buah naga

Buah naga memiliki tiga jenis yang berbeda yaitu buah yang berkulit merah berdaging merah, buah yang berkulit merah berdaging putih, dan buah yang kulit kuning berdaging putih. Jenis buah naga yang berkulit merah dan berdaging putih menjadi pilihan masyarakat, karena rasanya yang manis dan sedikit asam. Tesktur daging buah naga yang memilki biji hitam yang bertebaran dengan ukurannya yang kecil sebesar kutu rambut, membuat orang mudah mengkonsumsinya karena biji tersebut tidak perlu dibuang. Jenis ini banyak dijumpai di pasar lokal maupun mancanegara, bobot rata-ratanya 400-500 gram.

Continue reading