Tempe dan Keajaibannya

Jangan-Lagi-Remehkan-Tempe

Tempe adalah salah satu makanan khas Indonesia yang bahan dasarnya berasal dari kedelai dan sangat populer di Indonesia. Pembuatan tempe terdiri dari beberapa tahap yaitu sortasi, perebusan, perendaman, pengupasan kulit, peragian dan fermentasi. Tempe dibuat dari fermentasi kedelai yang berlangsung selama 20-24 jam pada suhu 30°C dengan bantuan mikroorganisme tertentu dari golongan kapang terutama Rhizopus oligosporus. Kedelai akan diliputi oleh struktur menyerupai benang halus/biomassa kapang berwarna putih, disebut miselium, yang mengikat kedelai menjadi struktur yang kompak. Biomassa kapang ini berperan penting dalam pembentukan tekstur tempe.

Aroma tempe terbentuk dari metabolit yang dihasilkan kapang selama proses fermentasi. Kapang menghasilkan enzim protease dan lipase yang memecah protein dan lemak kedelai menjadi komponen yang lebih kecil sehingga komponen ini bersifat volatil (mudah menguap). Oleh karena itu, tekstur dan aroma tempe sangat dipengaruhi oleh pembentukan miselium dan aktivitas enzim yang dihasilkan oleh kapang. Dengan kata lain, jenis kapang yang digunakan akan berpengaruh pada mutu organoleptik aroma, rasa, dan tekstur tempe yang dihasilkan.

Tempe dipasarkan secara luas baik di pasar tradisional maupun pasar modern dengan harga yang terjangkau. Tempe sering dijadikan lauk utama khususnya bagi masyarakat dengan pendapatan rendah. Hal tersebut menyebabkan nilai sosial tempe dianggap rendah. Dibalik harganya yang terjangkau dan anggapan makanan kelas rendah, tidak banyak yang mengetahui manfaat tempe bagi kesehatan. Proses fermentasi kedelai menjadi tempe mengakibatkan perubahan zat gizi dan non gizi yang mengakibatkan manfaat tempe jauh lebih baik dibandingkan kedelai.

suka-ngemil-tengah-malam-ini-sebabnya

Makanan berbahan baku kedelai ini diketahui memiliki kandungan protein yang tinggi. Menurut daftar Bahan Makanan, kandungan protein dalam tempe mencapai 18,3%. Kandungan protein yang tinggi pada tempe ini berpeluang dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebuhtuhan protein tubuh. Selain itu, tempe juga mengandung beragam vitamin dalam kadar yang cukup baik, termasuk di antaranya mengandung zat besi (Fe) sebanyak 10 mg/100 g bahan. Kandungan Fe dapat dimanfaatkan dalam proses sintesis sel HB darah dan mengurangi resiko anemia.

Selain itu, tempe mengandung senyawa anti bakteri yang aktif melawan bakteri gram positif dan bakteri penyebab diare seperti Salmonella typhii, Shigella flexneri dan Escherichia coli K 70 (B) H 19. Tempe efektif untuk melawan diare yang disebabkan infeksi. Studi terhadap 79 anak balita yang menderita diare kronis, menunjukkan bahwa pada 11 anak di antaranya ditemukan bakteri gram negatif pada fesesnya. Setelah tiga hari berturut-turut diberi makanan formula tempe ternyata hanya tiga orang anak atau 27,3% yang fesesnya masih mengandung bakteri yang sama. Peningkatan resistensi dibuktikan dengan meningkatnya imunoglobin pada anak yang diberi tempe selama 4 (empat) minggu.

Dalam upaya mencegah penyakit degeneratif, manfaaat tempe telah banyak diteliti di Indonesia. Pemberian tempe secara teratur pada penderita hiperlipidemia terbukti dapat menurunkan kadar kolesterol total, K-LDL, dan trigliserida serta sedikit meningkatkan kadar K-HDL. Akan sangat baik jika setiap hari mengkonsumsi 2 hingga 3 potong tempe ukuran sedang dengan berat sekitar 100 hingga 150 gram per hari. Dibandingkan pangan hewani, yang mengandung protein tinggi namun kandungan lemak jenuhnya juga tinggi, maka konsumsi tempe sangat bermanfaat mengingat kandungan proteinnya tinggi namun lemaknya didominasi oleh lemak tidak jenuh yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

Untuk memaksimalkan manfaat tempe dan mengurangi turunnya atau rusaknya zat gizi tempe, maka disarankan tempe tidak dimasak dengan digoreng. Akan tetapi dengan cara pengukusan atau perebusan. Hal ini dikarenakan suhu tinggi selama pemasakan akan berpengaruh pada kestabilan gizi dan menurunkan mafaatnya.

Jadi, sudahkah Anda makan tempe hari ini?? ^_^

 

Sumber :

Utari D. 2010. Kandungan Asam Lemak, Zink, dan Copper pada Tempe, Bagaimana Potensinya Untuk Mencegah Penyakit Degeneratif. Jurnal Gizi Indon.

Karsono Y, Tunggal A, Wiratama A, Adimulyo P. 2009. Pengaruh Jenis Kultur Starter Terhadap Mutu Organoleptik Tempe Kedelai. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor.

Yustiardi D. 2009. Pengaruh Sumplementasi Tempe Sebagai Sumber Protein Terhadap Kadar Hemoglobin dan Berat Badan Anak Usia Sekolah Dasar di Taman Asuhan Anak Yatim dan Dhuafa Miftahul Jannah, Kota Bogor. Semarang : Universitas Diponegoro.

Haliza W, Purwani E, Thahir R. 2007. Pemanfaatan Kacang-kacangan Lokal sebagai Subtitusi Bahan baku Tempe dan Tahu. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.

Utari D, Rimbawan, Riyadi H, Muhilal, Purwantyastuti. 2011. Potensi Asam Amino pada Tempe untuk Memperbaiki Profil Lipid dan Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional.

Advertisements

Air Soda dan Cara Pembuatannya

Setelah sekian lama “hilang” ditelan berbagai kesibukan, akhirnya bisa berbagi lagi di blog ini. Hehehe. Kali ini saya akan membahas salah satu minuman ringan yang asalnya dari luar negeri, tepatnya Inggris. Minuman berkarbonasi atau yang biasa disebut dengan air soda merupakan salah satu minuman yang paling terkenal di dunia. Tidak sulit mendapatkannya karena hampir di setiap toko dan swalayan menyediakan beraneka macam minuman bersoda.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan air soda? Air soda yang memiliki  rumus kimia H2CO3 dibuat dengan melarutkan gas karbondioksida (CO2) ke dalam air. Bila diinjeksi ke dalam air dengan tekanan tinggi, karbondioksida akan membentuk asam karbonat. Asam karbonat tersebutlah yang menyebabkan timbulnya sentuhan khas soda di mulut (mouhfeel) dan perasaan yang menggigit pada saat diminum.

Dibalik kenikmatan dan kesegaran yang ditawarkannya, air soda dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan. Efek soda bagi kesehatan tubuh manusia hanya dapat terdeteksi jika dikonsumsi dalam jangka panjang dengan jumlah yang tidak sedikit. Jadi, konsumsi minuman jenis tersebut sesekali bukanlah sesuatu yang membahayakan, tentunya dengan porsi yang normal dan tidak berlebihan.

Namun kali ini bukan efek dari air soda yang akan dibahas, melainkan bagaimana cara membuat air soda sendiri. Akan lebih baik jika kita membuatnya sendiri di rumah karena menggunakan bahan-bahan yang lebih aman sehingga lebih sehat. Berikut adalah bahan-bahan dan cara membuat minuman soda :

  1. Siapkan bahan dan alat sebagai berikut :
  • Air sebanyak 8 liter
  • Gula sebanyak 2 kg
  • Botol plastik dengan tutup, untuk menyimpan air soda yang sudah jadi
  • Panci besar
  • Sendok besar untuk mengaduk
  • Perasa
  • 1 bungkus ragi pembuat sampanye
  • Ekstrak soda
  • Termometer dapur

 

  1. Rebus air dan gula

Dalam panci besar, tuang air dan gula. Rebus hingga mendidih dan gula larut ke dalam air. Pada proses ini dapat ditambahkan dengan bumbu atau perasa yang diinginkan, seperti jahe (untuk membuat ginger ale) atau kulit lemon. Masukkan perasa bersamaan dengan gula. Setelah gula larut, saring larutan.

 

Soda

 

  1. Masukkan ekstrak soda dan ragi, kemudian aduk hingga larut sempurna

 

  1. Tuangkan larutan ke dalam botol menggunakan corong, kemudian tutup dengan erat

 

  1. Simpan botol pada suhu ruang

Pada tahap ini terjadi proses fermentasi, menghasilkan karbon dioksida. Diperlukan waktu 2-3 hari agar air berkarbonasi

 

  1. Uji karbonasi

Remas botol plastik. Bila rasanya keras ketika Anda remas, berarti air terkarbonasi. Bila botol melekuk dengan muda, berarti perlu beberapa waktu lagi.

 

  1. Dinginkan botol. Ketika soda sudah jadi, masukkan ke dalam kulkas agar dingin. Ketika sudah dingin, air soda siap untuk dinikmati untuk menyegarkan hari-harimu. J

 

Sumber :

http://www.academia.edu/

http://disehat.com/

http://id.wikihow.com/

Konsumsi Vitamin C setelah Konsumsi Seafood berujung Kematian [HOAX]

Postingan kedua di tahun 2015, harapannya yang ini lebih berbobot dan berguna ya dibandingkan postingan sebelumnya. Oiya, di bulan Februari ini gw mau launching rumah makan Seafood di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan (promosi dulu ngga apa2 kali ya hahaha). Nah…yang bakal dibahas kali ini ada hubungannya sama usaha rumah makan gw nantiya. Sebelumnya santer banget tersiar info kalau banyak korban yang jatoh karena kebiasaan mengkonsumsi Seafood, terutama udang dan lobster, yang diikuti dengan mengkonsumsi vitamin C (entah itu berupa air jeruk atau suplemen) bisa mengakibatkan kematian. Bahkan cara kematiannya juga ngga tanggung-tanggung, keluar darah dari lima panca indera (katanya sih gitu).

hati hati makan udang dan vitamin C bisa menyebabkan kematian

Info itu merebak luas dan langsung rame di broadcast BBM atau Facebook. Kurang lebih artikelnya kaya gini nih

“Info kesehatan langsung dari RS.Prof Kandow Malalayang : Ada seorang wanita meninggal mendadak dengan lima panca indera keluar darah, setelah diselidiki ternyata wanita ini meninggal bukan karena bunuh diri atau dibunuh, melainkan karena ketidaktahuan tentang racun akibat makanan. Wanita ini ada kebiasaan minum Vit C tiap hari. Ini tidak masalah.
Masalahnya, malam itu wanita ini kebanyakan makan udang. Sebenarnya cuma makan udang saja juga tidak masalah, karena orang rumahnya juga banyak makan udang malam itu dan tak ada yang meninggal.. Tetapi, karena udang mengandung Arsenic Pentoxide (As2O5), dan berhubung habis makan udang wanita itu minum Vit C, terjadilah reaksi kimia di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) yang sangat beracun. Ini mengakibatkan hati, jantung, ginjal, pembuluh darah rusak, usus keluar darah, pembuluh darah melebar hingga wanita itu meninggal mengenaskan dengan kelima panca indera keluar darah. Jadi hati-hati, habis banyak makan udang, kerang, kepiting, jangan minum Vit C pada saat yang bersamaan.”

bahaya-vit-c-campur-udang

Sebenarnya sih ngga ada salahnya buat berhati-hati sama infonya, bagus juga buat jaga-jaga. Cuma yang salah itu kalau kita nelen mentah-mentah info itu dan nyebar info tersebut tanpa tahu yang bener kaya apa. Ngasih tau info yang belum bener adanya ke orang lain, dan bikin orang-orang jadi parno dan ngga mau minum air jeruk setelah makan seafood. Oke deh, langsung aja deh kita bahas sekelumit tentang mitos ini.

  1. Udangnya aja diolah menggunakan vitamin C

Biasanya olahan udang apa yang kalian pesan? Saus tiram, saus padang, saus mangga, atau asam manis? Menu-menu tersebut diolah bersama bahan-bahan yang mengandung vitamin C lho, seperti seledri (15 mg/100 g), bawang putih (25 mg/100 g), jeruk nipis (27 mg/100 g), mangga (28 mg/100 g), tomat (34 mg/100 g), paprika hijau (60 mg/100 g), cabai rawit (70 mg/100 g), cabai hijau (84 mg/100 g), brokoli (110 mg/ 100 g), dan paprika merah (190 mg/100 g). Jeruk sendiri hanya mengandung 48 mg vitamin C dalam 100 gramnya. Kalau memang konsumsi vitamin C bersamaan dengan udang atau lobster bisa membawa kematian, seharusnya tanpa perlu minum air jeruk atau suplemen, olahan udang tersebut sudah bisa membahayakan nyawa kita.

  1. Arsenic Pentoxide (As2O5) bereaksi dengan Vitamin C menjadi zat berbahaya Arsenic Trioxide (As2O3)

Sebenarnya apa itu senyawa Arsenic Pentoxide (As2O5)? Itu adalah senyawa arsen anorganik yaitu logam yang dapat ditemukan pada air tanah yang pada umumnya digunakan pada pembuatan kaca, optic, dan keramik. Sifatnya yang stabil dan tidak larut membuat senyawa ini merupakan bahan yang baik dalam membuat mangkuk dari tanah liat serta alat elektronik yang ringan. Senyawa arsen organik bersifat toksik, jika tertelan dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan gangguan pada saluran pencernaan, kardiovaskular, dan sistem saraf, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Lain halnya dengan senyawa arsen yang secara alami ditemukan dalam makhluk laut atau beberapa makhluk daratan.  Senyawa arsen yang berada pada makhluk hidup merupakan senyawa arsen organik yang bersifat kurang toksik dibanding senyawa arsen anorganik. Organisme laut, termasuk udang mengandung sejumlah senyawa arsen organik dalam bentuk arsenobetain. Di dalam tubuh, senyawa arsenobetain akan disekresikan dalam bentuk utuh dan tidak menimbulkan efek toksik dan juga tidak terjadi reaksi dengan vitamin C.

Justru konsumsi vitamin C dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dimana di masyarakat kita juga beredar informasi bahwa konsumsi udang erat kaitannya dengan kolesterol jahat. Hubungan udang dan kolesterol kita bahas lain kali ya hehehe. Tapi, konsumsi vitamin C yang berlebihan juga tidak baik buat tubuh ya guys. Intinya, jangan takut makan seafood terutama udang bersamaan dengan vitamin C. Ayooo makan seafood ^_^

Sekilas tentang Yoghurt

Kata yoghurt berasal dari yogurt dari bahasa turki. Yoghurt merupakan hasil fermentasi dari susu. Meskipun kebanyakan sekarang yoghurt diproduksi dari susu sapi, namun yoghurt bisa dibuat dari susu apa saja, termasuk susu kedelai.

Yoghurt diceritakan tanpa sengaja ditemukan di Asia Tengah sekitar tahun 6000 SM, ketika susu alami yang dibawa di dalam wadah yang terbuat dari perut hewan menjadi mengental. Sejak saat itu, yoghurt terus dikembangkan hingga sekarang. Ada juga yang mengatakan bahwa yoghurt digunakan sebagai pembersih dan juga beauty lotion pada sekitar tahun 2000 SM. Ini dikarenakan sifat asam yang dimiliki yoghurt mampu menghilangkan kotoran dan karat, serta membersihkan sel kulit mati dan juga memelihara kesehatan sel kulit. Konon, para imigran Turki lah yang membawa yoghurt ke Amerika Utara sekitar tahun 1700an namun tidak banyak orang yang tertarik hingga tahun 1940an ketika Daniel Carasso, putra dari penemu Danone, Isaac dan Juan Metzger memiliki pabrik yoghurt kecil di Bronx, New York. Pabrik ini kemudian dikenal dengan nama Dannon.

Yoghurt mengandung nutrisi dan banyak manfaat untuk tubuh. Kalsium dan vitamin D yang terkandung di dalamnya dapat membantu menjaga tulang agar tetap sehat dan terbebas dari osteoporosis. Selain itu juga dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah tinggi berkat kalium yang dimiliki oleh yoghurt ini. Yoghurt mengandung bakteri baik yang membantu fungsi sistem pencernaan, meningkatkan kesehatan usus, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta dapat membantu merangsang sel darah putih melawan infeksi dalam aliran darah. Selain kandungan di atas, yoghurt juga mengandung berbagai nutrisi seperti fosfor, vitamin B5, vitamin B12, yodium, dan juga riboflavin. Yoghurt sekarang tidak hanya dapat dinikmati plain saja, namun sekarang sudah banyak dicampur dengan buah-buahan dan juga sayur sehingga memberikan rasa yang lebih segar.

Hasil Laut Akibatkan Alergi?

Seafood-Display

Pernahkah anda mengalami alergi setelah mengkonsumsi makanan hasil laut? Bagi yang pernah menglaaminya, wajar bila timbul perasaan antipati terhadap makanan laut. Padahal, makanan seperti ikan, udang, cumi-cumi, atau kerang, selain bernilai gizi tinggi juga dapat diperoleh dengan mudah dan harga relative murah, serta cara mengolahnya pun tidak rumit.

Gejala alergi biasa ditunjukkan dengan timbulnya rasa mual, pusing, badan lemas, dan timbul bentol-bentol yang disertai gatal biduren (skin rash). Shock ini sebenarnya merupakan reaksi penolakan tubuh terhadap zat asing dalam aliran darah. Kandungan histamin pada ikan, udang, cumi-cumi, atau fauna laut lain sering menimbulkan alergi bagi yang sensitive. Namun, sebenanrya histamin hanya ditemukan pada fauna yang sudah mulai rusak atau membusuk.

Histamin umumnya terbentuk dari fraksi protein yang bereaksi dengan enzim-enzim dan merupakan hasil metabolisme anaerob post mortem yang terjadi setelah kematian makhluk hidup. Oleh karena itu, kasus alergi hanya terjadi bila makanan hasil laut yang dikonsumsi sudah kadaluarsa atau kualitasnya tidak baik. Aktivitas enzim-enzim atau mikroorganisme pembusuk telah mengubah komposisi kimiawi makanan hasil laut.

Bagaimana mengenali makanan laut yang kadaluarsa atau mulai rusak? Secara umum, perubahan komposisi kimiawi dagin pada hasil laut, seperti ikan atau udang yang mengalami pembusukan ditandai oleh tekstur lembek, berau busuk, serta kusam. Tekstur lembek pada ikan mudah dikenali melalui mata. Mata ikan ang seharusnya menonjol menjadi melesek (masuk) bila ditekan dengan jari. Lembek juga menyebabkan sisik ikan atau kulit luar udang mudah lepas dari dagingnya. Pada cumi-cumi, kerusakan ditandai dengan pecahnya kantong tinta serta mata memerah (bengkak).

Dengan mengenali ciri-ciri fisik kerusakan memudahkan kita dalam memilih hasil laut segar yang mempunyai kualitas baik. Diharapkan, perasaan khawatir akan timbulnya alergi karena mengkonsumsi hasil laut dapat dihindarkan.

Awas Racun pada Daun Ketela Pohon

Tingginya kandungan protein dalam daun ketela pohon menyebabkan banyak menu makanan memanfaatkan daun singkong sebagai bahan bakunya. Menu ini telah disajikan dan dikonsumsi secara luas oleh berbagai tingkat status sosial. Secara umum, dalam berat yang sama dengan berat telur, protein (nabati) yang dikandung daun ketela lebih kurang sama dengan yang dikandung telur.

Dr. Mpoko Bokanga dari Bagian Biokimia, International Institute of Tropical Agriculture (IITA), suatu badan PBB yang menangani penelitian pertanian di wilayah tropika, melakukan penelitian tentang kandungan protein dalam daun ketela pohon. Berdasarkan ± 150 jenis ketela pohon yang ditelitinya, jenis-kenis ketela yang mempunyai kandungan protein dalam daun paling rendah pun masih mengandung lebih dari 60 % macam asam amino esensial. Penelitian ini menunjukkan bahwa di samping memiliki kandungan protein yang tinggi, mutu protein yang terdapat dalam daun ketela juga tinggi. Karena sifat biokimianya ini, FAO dengan bantuan World Bank mengangkat tanaman ini menjadi program utama untuk mengatasi masalah malnutrisi 200 juta rakyat di wilayah sub sahara.

Namun, daun ketela pohon ternyata mengandung racun yang dalam jumlah besar cukup berbahaya. Racun ini tidak hanya dimiliki oleh ketela-ketela beracun saja, tetapi semua jenis ketela memilikinya. Racun ketela yang selama ini telah kita kenal adalah sianida. Konsumsi sianida dalam jumlah besar akan mengakibatkan pusing, mual, perut terasa perih, badan gemetar, bahkan pingsan. Keberadaan zat kimia ini pada jumlah yang membahayakan hanya terdapat pada ketela-ketela yang termasuk ketela beracun.

Jenis racun yang selalu ada dalam daun semua jenis ketela adalah linamarin. Menurut penelitian Dr. Bokanga, linamarin paling banyak terdapat di kulit ketela, kulit batang, dan daun. Hal ini menguntungkan karena baik kulit ketela maupun kulit batang belum wajar dikonsumsi masyarakat kita.

Dalam tubuh, linamarin mengikat lemak yang ada dalam darah dan daging. Pada dosis rendah, tubuh akan terasa lemas dan pening. Tetapi dalam dosis tinggi penderita bisa pingsan. Linamarin mudah bereaksi dengan lemak. reaksi ini dapat dipercepat dengan meningkatkan suhu reaksi. Hasil reaksi linamarin dengan lemak adalah hidrogen-sianida yang dikenal sebagai racun utama ketela pohon. Hydrogen sianida mempunyai sifat mudah menguap.

Dengan sifat-sifat biokimia yang dimilikinya, maka cara paling aman memasak daun ketela pohon adalah mereaksikan linamarin menjadi hidrogen sianida dan menguapkannya sebelum dikonsumsi. Caranya, remas-remas atau potong-potong daun ketela sebelum dimasak, biarkan selam 5-10 menit agara menjadi layu, lalu rebus dan tambahkan minyak kelapa, bawang putih, ikan, daging, atau telur seberat satu per dua puluh sampai satu per tiga puluh berat daun ketela yang dimasak. Menurut Dr. Bokanga, dengan cara ini akan diperoleh keuntungan ganda: pertama, memperoleh daun ketela yang bebas racun linamarin: dan kedua, kandungan protein daun ketela yang dikonsumsi lebih tinggi.

cassava_leaf_by_need_ta_learn-d51qg0m

Apa Untungnya Makan Buah Pisang Masak Pohon

pisang

Bagi orang yang mempunyai pohon sendiri, mempersembahkan buah pisang sebagai bingkisan tentu diusahakan buah yang masak pohon atau dalam bahasa Jawa disebut “mateng uwit”. Konsumen yang memperoleh dari pasar mungkin sulit mendapatkannya karena umumnya petani memotong pisang sebelum masak. Jika dipotong setelah masak, bisa jadi pisang akan membusuk sebelum laku dijual.

Apa kelebihan pisang masak pohon? Apakah rasanya lebih enak? Bisa ya, bisa juga tidak. Terasa lebih enak jika konsumen memang memiliki kepekaan terhadap selera dan rasa (taste). Terlepas dari rasanya yang lebih enak atau tidak, pisang masak pohon akan memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi daripada pisang tidak masak pohon (mateng imbon).

Menurut analisis biokimia, buah pisang mengandung karbohidrat, protein, kalium, vitamin C, dan vitamin E. Kalium berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah, vitamin C penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dan vitamin E membantu mengendalikan proses penuaan kulit sehingga membuat kita awet muda. Kandungan karbohidrat, protein, dan citamin buah pisang masak pohon dan masak imbon nilainya tidak banyak berbeda. Kalaupun berbeda, hal ini tidak menjadi persoalan penting karena umumnya orang makan pisang bukan untuk menambah ketiga zat gizi tersebut.

Perbedaan kandungan gizi pisang antara lain bentuk karbohidratnya. Bentuk karbohidrat dalam pisang yang belum masak adalah sukrosa, sedangkan karbohidrat pisang masak berbentuk fruktosa yang rasanya manis. Oleh karena itu, pisang yang dipotong sebelum masak memerlukan waktu untuk proses perubahan biokimia. Hal ini tidak diperlukan pada pisang yang dipotong setelah masak memerlukan. Bila pisang yang dipotong terlalu muda, rasa buahnya kadang-kadang kurang manis karena proses biokimianya berlangsung tidak sempurna. Pemotonga buah pisang yang telah cukup tua menghasilkan rasa yang praktis tidak berbeda.

Sebagai salah satu unsur hara essensial, Kalium mempunyai sifat yang unik. Unsur ini sangat penting bagi tanaman, antara lain untuk metabolisme karbohidrat dan membentuk jaringan. Bila jaringan telah tua, unsur ini akan tertinggal di dalam jaringan. Jaringan yang terdapat dalam jerami padi juga banyak mengandung Kalium. Sangat disayangkan apabila banyak petani kita yang membakar jeraminya, karena jerami yang dibenamkan kembali ke tanah dapat dapat menambah kandungan Kalium dalam tanah. Hal ini dapat mengurangi biaya pemberian pupuk (KCl) yang sekarang harganya sangat mahal.

Pisang termasuk tanaman yang dikonsumsi pada waktu jaringan buahnya telah tua. Sebelum masak, Kalium masih aktif melakukan metabolisme karbiohidrat. Apabila dipanen pada kondisi ini, maka struktur kimia dalam jaringan buahnya belum mantap. Dengan kata lain kandungannya lebih sedikit dan struktur kimianya masih labil. Namun bila dipanen setelah buah masak, kandungannya telah banyak dan struktur kimianya mapan. Akibatnya, salah satu keuntungan yang tidak kita peroleh bila kita mengkonsumsi pisang “mateng imbon” mengurangi tekanan darah tinggi.

Demikian halnya dengan vitamin C yang penting untuk menambahn daya tahan tubuh dan vitamin E yang membantu agar kita awet muda. Struktur kimia kedua vitamin ini belum mantap pada buah yang belum masak. Oleh karena itu, kandungannya bisa lebih rendah, bukan tidak mungkin, keadaan struktur kimia yang belum mapan justru akan terurai selama proses pemasakan.

Memilih dan Menyimpan Buah Tomat

Bagi negeri kita yang sepanjang tahun panas dengan kelembaban tinggi, tanaman tomat mengalami respirasi yang tinggi sehingga cepat berbuah dan buahnya cepat masak. Konsekuensinya, kita sulit memperoleh buah tomat yang besar-besar seperti tomat produksi New Zealand, Australia, atau Amerika Serikat, yang banyak ditemukan di beberapa supermarket. Semua kandungan buah tomat Indonesia telah terisi sebelum buah tomat mencapai ukuran yang maksimal. Setelah semua kandungan buahnya terisi, buah tomat segera memasuki masa pemasakan atau disebut ripening. Oleh karena itu, membeli buah yang masih hijau namun ukuran buahnya telah maksimal merupakan pilihan yang baik untuk memperpanjang umur simpannya, karena nilai gizinya tidak berbeda.

Apakah ini berarti nilai gizi yang dikandung tomat kita lebih rendah dari tomat-tomat impor? Tentu saja tidak. Tanaman tomat termasuk tanaman yang selektif dalam menyerap unsur hara. Apabila kekurangan salah satu unsur hara, tanaman ini akan memperkecil buahnya tanpa mengurangi senyawa-senyawa gizi yang dibentuknya.
Tomato_je1

Respirasi buah tomat terus berlangsung meskipun buah telah dipetik. Proses respirasi yang menyebabkan pembusukan ini terjadi karena adanya perubahan-perubahan kimia dalam buah tomat, seperti perubahan pro-vitamin A menjadi vitamin A, pro-vitamin C menjadi vitamin C, dan karbohidrat menjadi gula yang menghasilkan CO2, H2O, dan ethylene. Akumulasi produk-produk respirasi inilah yang menyebabkan pembusukan.

Respirasi tidak dapat dihentikan, tetapi bisa dihambat, yaitu dengan menyimpannya pada suhu dan kelembaban yang rendah. Penyimpanan suhu rendah dapat dilakukan secara sederhana dalam lemari es, namun di tempat ini kelembabannya tinggi mengingat barang-barang yang mudah menguap juga tersimpan di sini sehingga proses respirasi tidak dapat dihambat dengan baik.

Mengurangi timbunan produk-produk respirasi merupakan cara lain yang dapat ditempuh. Penghambatan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Buah tomat impor yang kita dapati di beberapa supermarket biasanya dibungkus dengan plastik polyethylen. Cara ini cukup baik karena cukup efektif menekan pembentukan CO2 dan H2O, namun polyethilen akan bereaksi dengan ethylen yang dihasilkan buah tomat. Reaksi ini membentuk ethylen rantai panjang yang mudah bereaksi dengan lapisan lilin kulit tomat. Sampai batas tertentu hal ini mengakibatkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan, kecuali bila kulitnya dikupas.

Bahan kemasan lain buah tomat impor adalah plastik polyethilen shrink film atau plastik mengkerut. Bahan ini terlihat lebih bergengsi karena harganya lebih mahal. Meskipun demikian, sesuai dengan sifat reaksi ethylen maka kemasan ini kurang baik bagi kesehatan karena kontak langsung kulit buah dengan bungkus lebih banyak.

Penggunaan bungkus plastik polyethilen biasa dengan bungkusan kecil berisi KMnO4 di dalamnya biasa dilakukan di Australia. Pengemasan ini lebih aman karena KMnO4 sangat efektif menyerap ethylen. Akan tetapi, harga KMnO4 dan pembungkusnya yang harus semipermeabel sangat mahal, mengakibatkan harga tomat menjadi jauh lebih mahal.

Cara paling mudah, murah, dan aman bagi tomat-tomat dalam negeri adalah menyimpannya dalam kotak kayu yang higroskopis sehingga dapat menyerap H2O, pada bagian bawahnya diberi kapur tohor atau Ca(OH)2 untuk mengikat CO2 serta disimpan di tempat yang kering dan teduh agar penimbunan ethylen dapat ditekan. Bila buah tomat yang disimpan masih berwarna kehijau-hiajuan, penyimpanan dengan cara ini dapat menahan kesegaran buah tomat sampai dua minggu.

Syarat Ternak yang Disembelih

Syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penyembelihan ternak adalah: (1), ternak harus sehat, yaitu berdasarkan hasil pemeriksaan dokter hewan atau mantri hewan yang berwenang. Yang dimaksud dengan ternak sehat yaitu ternak tersebut tidak menderita sakit, (2) ternak tidak boleh dalam keadaan lelah atau habis dipekerjakan, (3) ternak yang sudah tidak produktif lagi, atau tidak dipergunakan sebagai bibit, dan (4) ternak yang disembelih dalam keadaan darurat.

Ternak yang sedang menderita sakit, baik oleh penyakit menular maupun yang tidak menular, dapat disembelih dengan syarat sebagai berikut: (a) pada penyakit mulut dan kuku (Apthae epizootica), setelah ternak disembelih, organ dalam, kepala, bagian mulut, lidah dan kaki harus direbus sebelum diedarkan atau diperdagangkan,  (b) pada penyakit sura ternak harus dipotong malam hari, karena penyakit tersebut dapat ditularkan oleh lalat, dan (c) pada penyakit anthraks, setelah ternak disembelih, dimusnahkan dengan jalan dibakar atau dikubur dalam-dalam.

4353840-4x3-700x525_2

Continue reading

Pemingsanan Ternak Sapi dan Ruminansia Besar Lainnya yang Akan Dipotong

Pada dasarnya ada dua cara atau teknik pemotongan ternak, yaitu: (1) teknik pemotongan secara langsung, dan (2) tidak langsung. Pemotongan secara langsung dilakukan setelah ternak dinyatakan sehat, dan dapat disembelih pada bagian leher dengan memotong arteri karotis dan vena jugularis serta esophagus. Pemotongan ternak secara tidak langsung artinya, ternak dipotong setelah dilakukan pemingsanan dan setelah ternak benar-benar pingsan.

Tujuan pemingsanan yaitu untuk memudahkan pelaksanaan penyembelihan ternak, agar ternak tidak tersiksa dan terhindar dari resiko perlakuan kasar, agar kualitas kulit dan karkas yang dihasilkan lebih baik, karena pada waktu menjatuhkan, ternak tidak banyak terbanting atau terbentur benda keras, sehingga cacat pada kulit atau memar pada karkas seminimal mungkin.

Pemingsanan ternak dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1) dengan alat pemingsanan atau yang lazim disebut knocker, (2) dengan senjata pemingsanan atau yang lazim disebut stunning gun, (3) dengan cara pembiusan, dan (4) dengan menggunakan arus listrik.

stunning-di-rphBila pemingsanan ternak dilakukan dengan alat atau senjata pemingsanan, maka alat atau senjata yang telah diisi peluru diletakkan tepat pada titik tengah kening tulang kepala sedikit di bagian atas antara kedua kelopak mata. Peluru diarahkan ke otak secara tepat dan pelatuk ditarik sehingga peluru meledak menggerakkan piston martil berkecepatan tinggi mengenai otak dan ternak menjadi pingsan. Pada pemingsanan dengan senjata pemingsanan, selongsong peluru akan tertinggal di dalam senjata dan dapat diambil. Penyembelihan dilakukan setelah ternak benar-benar pingsan.